JawaPos.com – PT Link Net Tbk melalui First Media, mengumumkan kerja samanya dengan Thema Asia-Pacific yang merupakan anak perusahaan dari Group Canal+ dan Stingray Group. Pengguna First Media dapat mengakses dan menikmati channel baru berkualitas 4K diantaranya Stingray Festival 4K, Stingray Now 4K, Stingray Naturescape, dan premium HD channel Stingray DJazz.

Ferliana Suminto, Content and E-Sports Director PT Link Net Tbk mengungkapkan, kolaborasi dengan Stingray Group diharapkan dapat menambah pengalaman pelanggan melalui koleksi konten musik dan tayangan hiburan yang berkualitas baik dan selektif dari seluruh dunia. “Kerja sama ini juga dapat memberikan beragam pilihan konten hiburan yang dapat diakses melalui TV,” ungkap Ferliana.

Mengutip studi terbaru Nielsen pada New Normal Survey, TV dikatakan masih diminati untuk konsumsi hiburan di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Berdasarkan studi tersebut, 83 persen konsumen Indonesia mencari hiburan dengan cara menonton TV.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Revenue Officer Stingray David Purdy mengatakan bahwa sebagai penyedia channel TV 4K terkemuka bagi para penyedia konten di seluruh dunia, Stingray menawarkan konten hiburan berkualitas kepada seluruh pelanggan. Menurutnya, dengan tayangan yang memiliki kualitas gambar lebih tajam dan suara lebih jernih, seluruh pelanggan akan mendapatkan kualitas hiburan yang maksimal.

Dalam kerjasama ini, First Media dan Stingray Group menghadirkan Stingray DJazz (Channel #334), channel TV premium yang menyuguhkan genre musik jazz dan terkait lainnya seperti soul, blues, funk, gospel, hip-hop, fusion, reggae, latin, swing, serta bebop. Channel ini berisi berbagai konten musik internasional dan lokal eksklusif dari festival jazz dunia, klub, serta pertunjukkan lainnya.

Sementara Stingray Naturescape (Channel #701) dikatakan merupakan channel yang menyajikan konten-konten visual spektakuler dari berbagai penjuru dunia, mulai dari visual langit malam hingga pantai tropis yang menakjubkan. Tayangan pada channel ini dapat membangun imajinasi dan memberikan suasana nyaman, menenangkan serta menyuguhkan referensi dan landscape berbagai tempat liburan yang akan melengkapi momen santai sepanjang hari di rumah.

Stringray Festival 4K (Channel #702), merupakan channel TV pertama yang disiarkan secara eksklusif dengan kualitas 4K dan audio Dolby Digital. Channel ini memiliki berbagai program mencakup konser dari musisi-musisi ternama, pertunjukan teater, sirkus, penampilan DJ, balet dan opera yang indah, dan lainnya.

Terakhir adalah Stingray Now 4K (Channel #703) yang menawarkan konten video musik dengan kualitas video 4K yang menakjubkan dari artis-artis terpopuler saat ini, musisi indie, dan artis pendatang baru dari seluruh dunia.

JawaPos.com – Kasus mobil terbakar yang terjadi di di Cendana Baru, Desa Sugihan, Kecamatan Bendosari, menghebohkan warga sekitar, Selasa (20/10) malam. Tragisnya, di dalam mobil Daihatsu Xenia AD 1526 EA yang terbakar itu ditemukan jasad perempuan, tepatnya di tempat duduk bagian belakang. Diduga kuat, perempuan itu merupakan korban pembunuhan.

Saksi mata di lokasi kejadian, Hartanto Wibowo, 50, warga Kampung Cendana Baru RT 4 RW 7, Desa Sugihan, Kecamatan Bendosari mengaku, dirinya ada di dalam rumah sekitar pukul 22.00. Kemudian, ada warga mengetok pintu dan mengatakan jika ada mobil terbakar di halaman rumah Hartanto. Orang itu mengira mobil yang terbakar adalah milik Hartanto.

“Lho, padahal itu bukan mobil saya. Meskipun terbakar di halaman samping rumah saya,” kata Hartanto Wibowo seperti dikutip Radar Solo, Kamis (22/10).

Menurut Hartanto, saat itu mobil dalam keadaan tertutup semua. Mobil berwarna abu-abu metalik tahun 2010. Area yang terbakar di bagian belakang mobil. “Semula kami menduga tidak ada orang di dalam mobil, orang-orang juga tidak berani mendekat. Lalu saya ambil selang, mencoba mematikan api. Lalu memanggil pemadam kebakaran,” katanya.

Setelah api padam, kaca mobil dipecahkan, ternyata di jok bagian belakang ada orang terbakar. Posisinya miring telungkup dengan kedua tangan menutup kepala. “Saat terbakar tidak ada suara minta tolong,” katanya.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas melalui Kasat Reskrim AKP M. Alfan mengatakan, polisi mendapatkan laporan bahwa ada mayat di mobil yang terbakar. Polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.

“Dari hasil penyelidikan, jasad itu adalah Yulia, 42, sesuai KTP beralamat di Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Yang bersangkutan tinggal di Gambuhan, Baluwarti, Solo,” kata Alfan.

Jasad Yuli kemudian dibawa ke RSUD dr Moewardi Solo untuk proses otopsi. Dari visum luar ada bekas luka di dahi sebelah kiri dan bekas isolatif di pergelangan tangan.

“Sejumlah saksi baik di lokasi kejadian dan pihak keluarga sudah diminta keterangan,” ujar Alfan.

Dia menyebut, saat ini polisi masih belum bisa menduga apakah korban pembunuhan atau korban kebakaran. Tim Labfor Mabes Polri Cabang Semarang juga belum selesai melakukan olah TKP.

“Kami belum bisa memastikan apakah sudah dalam kondisi meninggal saat mobil terbakar, atau meninggal karena terbakar. Kami masih melakukan penyelidikan,” pungkasnya.

JawaPos.com – Pemandangan tidak biasa terjadi di komplek Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut) Rabu (21/10) kemarin. Kantor pengadil itu diserbu Batman.

Tidak tanggung-tanggung ada sembilan Batman yang datang ke sana.

Tentu Batman yang hadir di kantor PN Jakut itu bukan karakter manusia kelelawar sungguhan dari Hollywood. Tentu juga bukan aktor Robert Pattinson yang sedang syuting film Batman terbaru.

Para Batman yang ada di kantor PN Jakut itu adalah sekelompok orang yang menyuarakan aspirasinya. Mereka diboyong oleh advokat Natalia Rusli, pendiri Master Trust Lawfirm. Dia mengatakan Batman-Batman itu hadir untuk merayakan kemenangan ‘Batman’ di putusan perkara no 445/PDT G/2020 PN Jakarta Utara yang diajukan pemohon gugatan.

Dia menjelaskan pemohon mengajukan gugatan terhadap pabrik sarang burung walet PT Fortune Nestindo Sukses (FNS). Natalia menceritakan di sidang awal, jawaban kuasa hukum termohon Suhadi meminta agar Majelis Hakim Tumpanuli Marbun jangan sampai terkena jebakan Batman dari pihak pemohon. Saat itu pemohon meminta adanya laporan keuangan.

“Pengacara Suhadi menganggap bahwa permohonan yang diajukan di PN Jakarta Utara adalah jebakan Batman dari para kuasa hukum pemohon,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com.

Lebih lanjut, advokat Alvin Lim menjelaskan kedatangan para Batman adalah karena permintaan laporan keuangan dari pemohon atau yang disebut jebakan Batman diterima atau dikabulkan oleh hakim.

“Hakim Tumpanuli Marbun telah menengakkan keadilan dengan dikabulkannya permohonan permintaan laporan keuangan yang diajukan oleh klien kami,” jelasnya.

Sementara itu, pihak pemohon bernama Pho Kiong dalam keterangan persnya kepada wartawan mengatakan dirinya puas karena permohonannya dikabulkan oleh majelis hakim. Ia lega PN Jakut sudah bersikap adil dan menjunjung tinggi kebenaran dan haknya untuk meminta laporan keuangan perusahaan PT FNS.

Dalam sidang sebelumnya, hakim Tumpanuli Marbun menghimbau kepada PT FNS untuk memberikan laporan keuangan sebagaimana diminta oleh pemohon. Sebab laporan itu merupakan hak pemohon selaku pemegang saham dan komisaris. Menurut Marbun, hal seperti ini tidak semestinya terjadi karena merupakan hal sederhana dan seharusnya diselesaikan baik-baik dengan cara musyawarah untuk mufakat.

JawaPos.com – Virus Korona diprediksi akan menjadi endemis seperti virus flu tahunan. Sementara itu, vaksin tetap terus diperjuangkan untuk mengatasi lonjakan kasus baru.

Kepala Penasihat Ilmiah Inggris Patrick Vallance mengatakan beberapa vaksin potensial sedang dalam uji klinis tahap akhir. Namun, dia menilai mungkin tidak ada yang bisa memberantas virus.

“Gagasan untuk memberantas Covid-19 dari mana saja tidak benar, karena akan muncul kembali,” ungkap Vallance seperti dilansir dari CNBC.

“Hanya ada satu penyakit manusia yang benar-benar diberantas berkat vaksin yang sangat efektif dan itu adalah cacar,” tambahnya.

Vallance menilai kemungkinan penyakit ini akan menyebar dan menjadi endemis. “Itulah penilaian terbaik saya,” kata Vallance mengatakan kepada Komite Strategi Keamanan Nasional di London.

Namun, dia tetap mendukung vaksinasi akan mengurangi kemungkinan infeksi dan tingkat keparahan penyakit. Kemudian nantinya virus Korona mulai terlihat lebih seperti flu tahunan. Apalagi membuat vaksin menurutnya butuh waktu lama. Dan tak pernah kurang dari 5 tahun.

“Secara historis, membuat vaksin dari awal membutuhkan waktu rata-rata 10 tahun,” kata Vallance.

Meski ada 8 vaksin yang sedang diuji, namun vaksin tersebut dikatakannya belum bisa dipastikan sampai berapa lama daya kebalnya. “Entah berapa lama akan melindungi,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa sejumlah vaksin menciptakan respons kekebalan dan respons antibodi. Berdasar itu, hanya uji klinis fase III yang akan membuktikan apakah benar-benar vaksin akan menghentikan orang terinfeksi virus Korona.

Saksikan video menarik berikut ini:

JawaPos.com – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan potensi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pada libur panjang 28 Oktober-1 November 2020. Kesadaran masyarakat untuk mengurangi mobilitas saat libur panjang harus ditingkatkan.

Wiku meminta masyarakat agar menahan diri tidak bepergian selama libur panjang mengingat pandemi masih berlangsung. Bagi mereka yang terpaksa harus keluar rumah agar mematuhi protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, serta hindari kerumunan.

“Keputusan untuk keluar rumah harus dipikirkan secara matang dan mempertimbangkan semua risiko yang ada,” kata Wiku.

Kemudian bagi masyarakat yang menerima kunjungan dari keluarga dan sanak saudaranya saat libur panjang ini, juga diharuskan tetap menjalankan protokol kesehatan 3M. Meskipun tamu merupakan bagian dari keluarga protokol kesehatan tetap wajib dilaksanakan. “Karena kita tidak tahu dengan siapa sebelumnya keluarga kita tadi berinteraksi,” imbuhnya.

Lonjakan kasus Covid-19 akibat libur panjang sebelumnya pernah terjadi saat Idul Fitri 22 – 25 Mei 2020ndan Hari Kemerdekaan RI 17 – 20 Agustus 2020. Saat Idul Fitri, terdapat kenaikan jumlah kasus harian dan kumulatif mingguan sekitar 69 – 93 persen dengan rentang waktu 10 – 14 hari. Lalu saat libur HUT RI, kenaikan jumlah kasus harian dan kumulatif mingguan naik sebesar 58 – 118 persen pada pekan ketiga Agustus dengan rentang waktu 10 – 14 hari.

“Hal ini dipicu karena kerumunan di berbagai lokasi yang dikunjungi masyarakat selama liburan, serta tidak patuhnya masyarakat terhadap protokol kesehatan,” jelas Wiku.

Saksikan video menarik berikut ini:

Kehilangan pekerjaan tak membuat Abdul Hadi putus asa. Dia mencoba bangkit dengan menjadi pedagang nasi goreng. Upaya kerja kerasnya menuai hasil manis. Tak disangka, dalam waktu tiga bulan, pria berusia 31 tahun itu berhasil membuka dua cabang baru dan mempekerjakaan belasan korban PHK.

SEPTIAN NUR HADI, Surabaya

Hadi menamai usahanya nasi goreng Kang Hadi. Berawal ketika dia memutuskan untuk resign dari pekerjaannya. Lebih dari sepuluh tahun Hadi bekerja sebagai marketing pada salah satu bank swasta di Surabaya. Pagebluk korona membuat kondisi perekonomian tempat kerjanya menurun.

Kondisi tersebut berdampak pada seluruh pegawai, termasuk dirinya. Yakni, perusahaan memotong gajinya 50 persen. ”Pihak perusahaan beralasan pemotongan gaji demi menghindari adanya PHK pegawai,” kata pria kelahiran Surabaya, 20 April 1989, itu.

Meski begitu, Hadi merasa keberatan dengan adanya pemotongan gaji hingga 50 persen tersebut.

Sebab, gajinya tak lagi cukup untuk menafkahi istri dan kedua anaknya. Hadi pun memutuskan resign. Dia merasa percuma. Jika dipaksakan, kondisi perekonomiannya tidak akan kembali normal dalam waktu cepat.

Tidak mempunyai pekerjaan secara otomatis membuat perekonomiannya menurun. Meski belum terlalu parah, jika dibiarkan, itu bisa menjadi masalah besar.

Hadi memutar otak untuk memikirkan solusi agar bisa keluar dari permasalahannya. Setelah berdiskusi panjang dengan keluarga, jalan keluar akhirnya ditemukan. Agar bisa bertahan hidup, Hadi harus berwirausaha dibandingkan harus mencari pekerjaan di perusahaan.

Bukannya pesimistis, pada saat pandemi Covid-19, dirasa sangat sulit mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keinginannya dan dalam waktu cepat. Oleh karena itu, Hadi memutuskan untuk berjualan nasi goreng.

Sebenarnya, ide tersebut terpikirkan sejak lama. Namun, belum terealisasi karena beberapa faktor. Pertama, Hadi masih menjadi karyawan swasta dan dia belum mempunyai keahlian dalam memasak. Namun, dalam situasi serbasulit itulah, mau tidak mau idenya (usaha nasi goreng) harus terealisasi.

Bermodal nekat pada 29 Juni 2020, usahanya mulai berjalan. Usaha itu dinamai nasi goreng Kang Hadi atau nasi goreng korona. Dia membukanya di Jalan Tenggumung Baru. Satu porsi nasi goreng dijual sangat murah. Hanya Rp 4.000.

Warga Jalan Mrutu Kalianyar, Gang Singgih, itu menjelaskan bahwa menjual nasi goreng Rp 4.000 bertujuan untuk meringankan beban para pembeli. Hadi menyadari pandemi Covid-19 membuat banyak warga kehilangan pekerjaan. Akibatnya, perekonomian mereka menurun. Khususnya warga di Jalan Tengggumung Baru. Keluhan tidak bisa membeli makanan kerap terdengar ke telinganya. Untuk memastikannya, Hadi melakukan survei ke lokasi. Hasilnya benar.

Bantuan sosial memang kerap diberikan oleh pemerintah, tapi dinilai belum cukup. Atas dasar itulah, Hadi memilih membuka lapak dagangnya di Jalan Tenggumung Baru. ”Kebetulan saya juga pernah tinggal lama di sini. Jadi, sebagian besar sudah tahu rata-rata pekerjaan dan kondisi perekonomian warga,” ujarnya.

Selain itu, memutuskan berjualan di Jalan Tenggumung Baru juga bermaksud untuk meramaikan usaha warung kopi milik pamannya. Jadi, beli makanannya kepada Hadi dan beli minumannya di warung paman.

Banner bertulisan nasi goreng Kang Hadi, Rp 4.000 yang terpampang jelas di gerobak dagangannya berhasil menarik perhatian pembeli. Terutama pengguna Jalan Tenggumung Baru. Merasa penasaran, mereka pun berhenti. Meski bagitu, kebanyakan tidak langsung memesan.

Namun, mereka memastikan apakah benar nasi goreng dijual Rp 4.000. Selain itu, ada yang terlebih dahulu melihat bentuk produknya. Berapa banyak porsi dan lauk apa saja yang diberikan. Bahkan, ada yang lebih ekstrem.

Pembeli secara blak-blakan menanyakan bahan-bahan yang digunakannya. Salah satunya kualitas beras. Mereka menduga, Hadi menggunakan beras dengan kualitas jelek atau beras raskin. Begitu juga telur serta ayam yang digunakan.

Namun, dia tidak tersinggung. Sebab, menurut dia, pertanyaan tersebut dinilai wajar. Jika diposisikan sebagai pembeli, Hadi pun akan mempertanyakan hal yang sama.

Secara logika, nasi goreng Rp 4.000 dengan menu yang sama dengan nasi goreng biasanya yang seharga Rp 15.000 sulit masuk di akal jika sang pedagang menggunakan bahan makanan kualitas baik.

”Saya menjawab kalau menggunakan kualitas bahan baku yang bagus. Beras premium. Begitu juga telur dan daging ayam. Sama dengan nasi goreng harga Rp 15 ribu,” ucap dia. Hanya, kuantitasnya beda. Tidak sebanyak nasi goreng harga Rp 15 ribu. Untuk lebih menyakinkan pembeli, Hadi mempersilakan mereka untuk melihat langsung bahan yang digunakan.

Ditambah lagi, penjelasan yang diberikan pembeli lainnya. Mereka (pembeli) menjelaskan kualitas nasi goreng yang dibuatnya tak perlu diragukan lagi.

Menurut pembeli sebelumnya, nasi goreng masakannya terasa enak. Penjelasan tersebut berhasil menjawab keraguan para pembeli baru. Harga murah dengan rasa berkualitas membuat pembeli terus berdatangan.

Setiap hari lapaknya selalu ramai. Bahkan, antrean mengular hingga sepanjang Jalan Tenggumung Baru. Dalam sehari, Hadi mengaku 640 hingga 940 porsi ludes terjual.

”Setelah satu bulan berjualan, menu makanan ditambah. Tidak hanya nasi goreng. Melainkan mi goreng dan rebus, lalu capcay, krengsengan, nasi gila, dan nasi mawut,” ujarnya.

Banyaknya pembeli membuatnya kerap kewalahan. Hadi pun memutuskan untuk menambah pegawai dan bahkan kembali membuka cabang baru. Pada 3 Oktober lalu, dua cabang baru kembali dibuka. Yaitu, di Jalan Kapas Gading Madya dan Jalan Penjaringan Baru. Jumlah pekerjanya kini mencapai 19 orang. Kebanyakan merupakan korban PHK.

Tidak hanya menjual. Setiap Jumat Hadi menggratiskan seluruh dagangannya. Baik yang berada di Jalan Tenggumung Baru, Jalan Kapas Gading Madya, maupun Jalan Penjaringan Baru. Kegiatan sosial itu dinamai Jumat gratis. Seluruh warga diperbolehkan untuk ikut dalam kegiatan tersebut. Tidak pandang usia dan latar belakang penerima bantuan.

”Karena kan memang niatnya berjualan tidak semata-mata mencari keuntungan. Tapi, diniatkan untuk membantu masyarakat. Alhamdulillah meski dijual murah dan setiap minggu digratiskan, modal masih ketutup dan dapat untung. Bahkan terus membaik,” ujarnya.

Hadi mengaku kerap didatangi orang baru. Mereka datang tidak hanya untuk membeli, tetapi juga menanyakan apa strateginya bisa berjualan dengan harga murah, tapi tetap untung.

Dengan senang hati, Hadi berbagi tip dan ilmu kepada mereka. Alhasil, saat ini usaha makanan dengan harga Rp 4.000 semakin banyak. Misalnya, bakso dengan harga Rp 4.000.

Saksikan video menarik berikut ini:

Diberdayakan oleh Blogger.