Sidak Online Dispendik Surabaya, Pantau Pembelajaran Jarak Jauh

Artikel Sidak Online Dispendik Surabaya, Pantau Pembelajaran Jarak Jauh di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

Tingkat penularan Covid-19 yang belum terkendali memaksa kegiatan belajar-mengajar kembali dilaksanakan dalam jaringan (daring). Pembelajaran jarak jauh (PJJ) itu menyisakan banyak cerita suka maupun duka. Sebab, pembelajaran online menyulitkan interaksi guru-siswa secara langsung.

UMAR WIRAHADI, Surabaya

PAGI itu sedang berlangsung pelajaran matematika di sebuah SMP negeri melalui Google Meeting. Sang guru sedang fokus menerangkan materi pelajaran. Dia membuka slide demi slide. Sampai full menutupi layar laptop.

Karena fokus menerangkan, sang guru rupanya lupa mengontrol kondisi siswa yang sedang mengikuti pelajaran secara online. Akibatnya, guru tidak tahu ada salah seorang siswanya yang tertidur di kamar lengkap dengan seragam sekolah. ’’Kebetulan, saat itu saya sidak online dan masuk ke kelas itu,’’ tutur Mamik Suparmi, lalu tertawa kemarin (10/2).

Mamik adalah kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya. Mamik memang bisa mengakses kegiatan belajar-mengajar secara online di semua sekolah yang berada di bawah Dispendik Surabaya. Setiap pagi dia menyempatkan diri untuk melakukan sidak secara online.

’’Dalam PJJ ini memang harus sering memantau kondisi kelas. Bagaimana anak-anak mengikuti kelas online,’’ ujarnya.

Nah, dalam setiap sidak online, memang ada saja kejadian aneh dan lucu. Baik yang dilakukan guru maupun peserta didik. Selain siswa tidur saat mengikuti kelas online, banyak kejadian lucu lainnya. Salah satunya, siswa bermain sendiri dengan memainkan telapak tangan layaknya pesawat terbang. Itu juga terjadi saat sang guru menjelaskan materi dalam bentuk slide. ’’Pokoknya ada saja kejadian-kejadian lucu,’’ sambung Mamik, kembali tergelak.

Dia menyampaikan, kondisi itu memang sulit dihindari. Banyak guru yang merasa kewalahan karena harus menyiapkan dan mengontrol siswa dari sekolah, sedangkan siswa belajar dari rumah melalui ponsel. Begitu pula siswa. Interaksi menjadi tidak maksimal karena pembelajaran dilakukan secara jarak jauh. Dengan begitu, pemanfaatan media teknologi dinilai menjadi kunci dalam proses pembelajaran selama pandemi ini.

’’Makanya, meski PJJ, guru harus pandai mengelola kelas. Guru harus tetap menjadi sumber perhatian siswa,’’ imbuhnya.

Nah, agar PJJ tidak membosankan, Dispendik Surabaya kini membuat inovasi. Yaitu, memanfaatkan Microsoft Office 365. Salah satu fitur yang bisa dimanfaatkan para guru dalam Microsoft Office 365 adalah aplikasi Microsoft Teams. Fitur itu bisa dijadikan sebagai ruang kelas digital bagi guru dan peserta didik agar dapat berinteraksi dengan maksimal secara online. ’’Ini mengefektifkan komunikasi dan interaksi guru dan siswa secara online,’’ jelas Mamik.

Kepala SMP Kristen YPPK 1 Surabaya Erwin Darmogo mengakui, banyak suka duka yang dialami guru selama PJJ. Sukanya, tutur dia, para guru merasa menemukan pengalaman baru karena pembelajaran dilakukan secara online. Guru-guru yang berusia 40 tahun ke atas menjadi lebih familier dengan teknologi. ’’Jadi, kami-kami ini merasa dapat ilmu baru lah,’’ ujarnya.

Namun, duka yang dialami guru juga tidak sedikit. Misalnya, paket internet dari Kemendikbud terlambat datang. ’’Karena kan tidak semua siswa punya kemampuan beli paket,’’ tuturnya.

Selama PJJ, lanjut Erwin, guru membuat tiga pengelompokan siswa. Pertama, siswa mandiri. Yaitu, mereka yang memiliki ponsel plus kuota. ’’Anak ini dikategorikan mampu,’’ ujarnya.

Baca Juga: Jika Terinfeksi Covid-19, Ini Gejala yang Paling Awal Muncul

Kedua, siswa yang punya ponsel, tetapi harus berbagi dengan orang tuanya. Dengan begitu, untuk bisa mengerjakan tugas, mereka harus menunggu orang tuanya pulang. Nah, untuk kategori itu, biasanya guru menyiapkan link yang bisa dibuka kapan saja oleh siswa yang bersangkutan.

Kategori lain adalah siswa yang orang tuanya sama sekali tidak memiliki ponsel. Untuk kategori itu, para guru biasanya membuat fotokopi yang berisi materi pelajaran. Nah, materi yang berisi soal tersebut harus dikerjakan siswa di rumah. Celakanya, kata Erwin, banyak juga siswa yang tidak mengerjakan. ’’Sehingga guru harus datang langsung ke rumah siswa untuk menanyakan kondisinya. Jadi, tugas guru selama PJJ ini sangat berlipat,’’ ujar Erwin. 

Saksikan video menarik berikut ini:

Terimakasih sudah membaca artikel Sidak Online Dispendik Surabaya, Pantau Pembelajaran Jarak Jauh Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.