Kemendikbudristek: Pendidikan Jarak Jauh Harus Dilakukan Secara Menyenangkan agar Siswa TIdak Merasa Bosan

Artikel Kemendikbudristek: Pendidikan Jarak Jauh Harus Dilakukan Secara Menyenangkan agar Siswa TIdak Merasa Bosan di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca
Ilustrasi (Photo by Giovanni Gagliardi on Unsplash)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan pelaksanaan pendidikan jarak jauh (PJJ) harus dilakukan secara menyenangkan.

“Pembelajaran yang menyenangkan membuat siswa tidak merasa bosan, meskipun pembelajaran dilakukan secara daring,” ujar Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat SMA Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Junus Simangunsong, dalam taklimat media di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 29 Juli.

Pembelajaran yang menyenangkan tersebut terdiri dari beberapa aspek yakni peserta didik terlibat dalam semua proses pembelajaran, kontekstual atau menarik jika dihubungkan dengan kebutuhan peserta didik dan kebutuhan riil, umpan balik atau peserta didik merasa diperhatikan, dihargai dan anak menerima masukan dan memperoleh nilai.

Selanjutnya, pembelajaran dilakukan dengan belajar dan bermain serta mempraktikkan secara langsung.

“Terakhir adalah bermakna, yang mana pesan dan arti dari pembelajaran yang ingin disampaikan dan bermanfaat bagi peserta didik,” terang dia.

Dalam pelaksanaan PJJ, lanjut dia, pembelajaran maupun penilaian juga dilakukan secara terintegrasi, yang terdiri dari penilaian hasil belajar, asesmen diagnostik dan proses pembelajaran itu sendiri.

Ia juga menganjurkan agar sekolah rutin melakukan asesmen secara berkala untuk memantau dampak pandemi pada siswa.

Pemantauan tersebut bertujuan untuk memantau siswa yang paling berpotensi tertinggal. Asesmen nonkognitif ditujukan untuk mengukur aspek psikologi dan emosional anak, kesejahteraan psikologi dan sosial siswa, aktivitas selama belajar dari rumah, dan kondisi keluarga siswa.

Sementara asesmen diagnostik kognitif bertujuan untuk menguji kompetensi dan capaian pembelajaran anak, mengidentifikasi capaian kompetensi peserta didik, hasil asesmen menjadi dasar pilihan strategi pembelajaran, dan memberikan remidial atau pelajaran tambahan untuk peserta yang paling tertinggal.

“Asesmen ini harus dilakukan secara berkala, agar sekolah dapat mengetahui kondisi siswa saat pandemi COVID-19,” imbuh dia. 

Terimakasih sudah membaca artikel Kemendikbudristek: Pendidikan Jarak Jauh Harus Dilakukan Secara Menyenangkan agar Siswa TIdak Merasa Bosan Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.