Stasiun Penelitian Simulasi Planet Mars Diserbu Turis dan Drone, Peneliti Mengeluh Kerja Mereka Sia-Sia

Artikel Stasiun Penelitian Simulasi Planet Mars Diserbu Turis dan Drone, Peneliti Mengeluh Kerja Mereka Sia-Sia di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca
Simulator Planet Mars di Utah dapat gangguan dari turis. (foto: dok. MDRS)

JAKARTA - Di tengah gurun Utah, seorang kru yang mengenakan perlengkapan astronot lengkap berjalan-jalan sebagai bagian dari eksperimen isolasi selama berbulan-bulan untuk meneliti kehidupan di Mars. Akan tetapi simulasi isolasi dirusak oleh beberapa turis dan drone yang terbang masuk tanpa izin.

Stasiun Penelitian Gurun Mars MDRS dimiliki dan dioperasikan oleh Mars Society. Ini menjadi tuan rumah selama delapan bulan bagi para ilmuwan profesional, insinyur, dan siswa untuk melatih dan meneliti dalam isolasi ekstrim ala Mars.

Simulasi adalah bagian penting dari eksplorasi ruang angkasa. Dalam simulasi untuk Mars, habitat biasanya dibangun di lokasi terpencil di mana medan cocok dengan Planet Merah itu. Anggota kru tidur, makan, dan melakukan eksperimen untuk waktu yang lama tanpa pernah meninggalkan kompleks. Untuk pergi ke luar, mereka harus mengenakan pakaian luar angkasa yang terkadang dilengkapi dengan kamera, mikrofon, dan sistem pernapasan mandiri.

Direktur Mars Desert Research Stations MDRS mengatakan bahwa turis dan drone telah menjadi masalah nyata bagi penelitian kelayakhunian Mars. Selama beberapa minggu terakhir, stasiun tersebut sibuk memasang tanda “Dilarang Melewati”, mengunggah pengungkapan “Tidak Dibuka Untuk Umum” di situs mereka, media sosial, dan bahkan di halaman Wikipedia mereka.

“Di internet dan di kota terdekat Hanksville, orang-orang mengatakan kami terbuka untuk umum dan stasiun ini dapat diakses oleh semua orang. Saya telah menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengusir orang dari properti daripada menyambut mereka,” kata Direktur MDRS Dr. Shannon Rupert.

Dr. Rupert menambahkan bahwa sementara beberapa turis tampak bingung dan kecewa, yang lain telah melewati batas hingga, ia harus memanggil polisi.

Dr. Rupert mengatakan bahwa tantangan utama adalah media sosial di mana “informasi yang salah menyebar seperti api.” Orang-orang telah memposting foto MDRS dengan koordinat yang mendorong orang lain untuk mengunjungi stasiun itu.

Penerbangan drone yang dilarang terbang di atas properti pribadi dan masuk tanpa izin adalah ilegal, tetapi turis bertanya-tanya tentang stasiun itu, menatap ke dalam gedung atau hanya duduk di perbukitan di luar airlock menunggu "astronot" mengambil EVA harian mereka.

Kampus MDRS mencakup enam struktur. Habitatnya adalah tempat awak kapal tinggal dan bekerja, dan terowongan airlock terhubung ke struktur lain. Stasiun ini memiliki banyak ruangan, termasuk Observatorium Robotik dan Observatorium Musk.

Ada pula GreenHab tempat penelitian konvensional dan aquaponik dilakukan, Kubah Sains yang menampung kontrol dan laboratorium tata surya, dan RAMM, tempat rover ATV dan penelitian teknik berlangsung. Stasiun ini telah beroperasi sejak 2001, dan lebih dari seribu peneliti telah menjalani program ini.

MDRS mengatakan bahwa fasilitas mereka tidak seperti proyek simulasi Mars lainnya karena fitur geologis di Utah mirip dengan yang ada di Mars. Manusia yang melakukan perjalanan di masa depan ke Planet Merah akan mengalami tingkat isolasi yang belum pernah dialami manusia selama ini.

MDRS memfokuskan penelitiannya pada mekanisme untuk mengatasi pengalaman ini. MDRS mendesak masyarakat untuk menjauh dari stasiun. Berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kerja mereka sia-sia jika simulasi Mars justru menjadi daya tarik wisata.

Terimakasih sudah membaca artikel Stasiun Penelitian Simulasi Planet Mars Diserbu Turis dan Drone, Peneliti Mengeluh Kerja Mereka Sia-Sia Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.