Elektabilitas Rendah, Ketum Parpol Tetap Merasa Berhak Maju Pilpres

Artikel Elektabilitas Rendah, Ketum Parpol Tetap Merasa Berhak Maju Pilpres di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com – Sejumlah ketum parpol digadang-gadang maju dalam kontestasi Pilpres 2024. Padahal dari sejumlah survei elektabilitasnya tidak mendukung.

Dari survei Indometer, terdapat beberapa nama ketum parpol yang disebut-sebut masuk dalam bursa capres-cawapres di Pilpres 2024. Mereka adalah Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang berdasar survei Indometer elektabilitasnya 1,0 persen dan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang mendapat 4,3 persen.

Dua nama itu di antara sejumlah tokoh yang digadang-gadang masuk dalam bursa capres-cawapres. Nama-nama tersebut disurvei Indometer pada 11-20 Desember 2021. Survei tersebut mengambil 1.200 responden sebagai sampai. Mereka tersebar di seluruh Indonesia, yang dipilih secara acak bertingkat survei (multistage random sampling).

Direktur eksekutif Indometer Leonard SB mengatakan, persaingan menuju 2024 berlangsung keras di antara nama-nama yang ada dalam bursa capres. Belum lagi para ketua umum partai politik yang merasa berhak diusung, meskipun elektabilitasnya sangat rendah. “Tidak heran jika bermunculan kelompok-kelompok relawan untuk mendukung tokoh-tokoh tersebut,” ujar Leonard dalam keterangan tertulisnya kepada pers di Jakarta pada Kamis (30/12).

Menurut Leonard, dari hasil survei capres-cawapres bahwa nama Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo bersaing ketat memperebutkan peringkat pertama elektabilitas. Prabowo meraih (20,8 persen); dan Ganjar (20,4 persen).

Di bawah kedua tokoh itu terdapat nama Anies Baswedan dan Ridwan Kamil. Elektabilitas gubenur DKI Jakarta itu mencapai 10,5 persen. Sedangkan RK yang kini menjabat gubernur Jawa Barat perolehan elektabilitasnya 10,3 persen.

“Prabowo dan Ganjar bersaing ketat memperebutkan posisi unggulan dalam bursa capres. Keduanya jauh meninggalkan Anies dan Ridwan Kamil,” kata Leonard SB.

GRAFIS: Elektabilitas bursa capre-cawapres (INDOMETER FOR JAWAPOS.COM)

Kemudian terdapat nama Menparekraf Sandiaga Uno di peringkat kelima dengan elektabilitas 7,0 persen. Pada urutan berikutnya adalah Agus Harimurti Yudhoyono (4,3 persen), Tri Rismaharini (4,0 persen), dan Erick Thohir (3,7 persen).

Lalu ada Khofifah Indar Parawansa (2,5 persen) dan Giring Ganesha (2,2 persen). Puan masih berada di posisi papan bawah dengan elektabilitas 1,5 persen, disusul Mahfud MD (1,1 persen), dan Airlangga Hartarto (1,0 persen).

“Meskipun banyak nama yang beredar dalam bursa capres, tetapi dengan ketentuan presidential threshold (PT) 20 persen akan sangat membatasi jumlah kandidat yang bakal diusung sebagai capres ataupun cawapres,” tandas Leonard.

Terimakasih sudah membaca artikel Elektabilitas Rendah, Ketum Parpol Tetap Merasa Berhak Maju Pilpres Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.