Honda Mobilio Tak Mau Bersolek Maksimal Penjualannya Terjun Bebas

Artikel Honda Mobilio Tak Mau Bersolek Maksimal Penjualannya Terjun Bebas di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com – Catatan penjualann jelang akhir tahun mulai Januari hingga – November 2021 di segmen Low MPV merek Honda masih belum menggeliat. Seperti diketahui, Honda mempunyai Mobilio asli Indonesia yang dipasarkan di Tanah Air.

Perjuangan Honda Mobilio rupanya masih belum mampu mengejar ketinggalan meskipun berhak mendapatkan relaksasi pajak yaitu diskon tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 100% yang berlaku hingga Desember 2021.

Memang Honda Mobilio tak sendiri dalam meraih pasar, disegmen Low MPV ada merek Toyota, Daihatsu, Mitsubishi serta Susuki juga bermain di segmen ini. Akan tetapi penjualan Honda Mobilio bisa dikatakan cukup lamban.

Hal ini dibuktikan dengan penjualan mobil ini hingga kini terbilang stagnan. Terlihat dalam catatan yang di himpun, penjualan ke diler (whosales) di periode Januari – Oktober, Honda Mobilio hanya bisa mencatatkan angka penjualan sebanyak 4.568 unit.

Sedangkan dalam periode yang sama Toyota Avanza (termasuk Veloz) mampu mencatat penjualan sebanyak 47.972 unit, disusul Mitsubishi Xpander (ternasuk Xpander Cross): 42.859 unit. Ada Suzuki Ertiga: 9.354 unit, Daihatsu Xeneia: 8.786 unit, serta Wuling Confero S: 7.247 unit.

Bahkan bila melihat catatan rekam jejaknya sejak 2017 hingga 2020 whosales Mobilio memang terus menurun. Data yang yang dikumpulkan dari laporan penjualan ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, di 2017 wholesales yang dibukukan sebanyak 35.430 unit.

Sedangkan di 2018 menurun lagi menjadi 24.373 unit, dan pada 2019 terus ambles menjadi 15.318 unit, lalu di 2020 menyusut menjadi 5.688 unit.

Sementara untuk catatan penjualan ritel (penjualan ke konsumen) juga mengalami hal yang sama. Yaitu pada 2017 sebanyak 33.360 unit, melalui tahun 2018 anjlok hingga menjadi 25.438 unit

Menyusul di 2019 penjualannya terus menyusut menjadi 16.886 unit, dan semakin dalam di 2020, dimana hanya mampu menjual sebanyak 6.889 unit. Sementara di tahun ini selama Januari hingga September total penjualan ritel yang berhasil dikoleksinya sebanyak 4.468 unit.

Itu artinya Honda harus mempunyai strategi baru baik dari segi produk (tampilan dan fitur) untuk kembali bisa memancing pasar. Namun pada kenyataannya Honda di Indonesia masih adem ayem dengan kondisi seperti ini, meskipun para lawannya sudah bersolek.

Terimakasih sudah membaca artikel Honda Mobilio Tak Mau Bersolek Maksimal Penjualannya Terjun Bebas Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.