Sate Tegal Laka-Laka: Rahasia di Balik Daging Kambing yang Empuk

Artikel Sate Tegal Laka-Laka: Rahasia di Balik Daging Kambing yang Empuk di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com – Mendekati Jam makan siang pada Senin (13/12) lalu, pelanggan Sate Tegal Laka-Laka semakin rame. Warung yang berkapasitas hingga 80 orang itu, mulai padat. Salah satu pelanggan setia Sate Tegal Laka-Laka yang saat itu santap siang adalah Wiseno, 53.

Dia mengaku sudah dua tahun menjadi pelanggan Sate Tegal Laka-Laka. ’’Setiap ke sini saya makan sate kambing tanpa lemak dan tongseng,’’ tuturnya. Dia mengatakan salah satu khas dari Sate Tegal Laka-Laka adalah tekstur dagingnya yang lembut.

’’Cocok buat orang seumuran saya,’’ katanya lantas tersenyum. Dia mengatakan selain sate kambing, dia juga hobi makan tongseng. Dia mengatakan meskipun sudah menjadi pelanggan sekitar dua tahun terakhir, tidak setiap hari makan siang Sate Tegal Laka-Laka. Sebab dia juga harus menjaga kolesterolnya.

Lantas apa yang bisa membuat Sate Tegal Laka-Laka bisa menghidangkan sate dengan tekstur daging yang empuk? Haryono, salah seorang pekerja di kedai sate itu mengatakan, kuncinya adalah yang dibakar itu murni daging. Jadi pegawai yang bagian memotong daging kambing, harus ekstra sabar memisahkan daging dengan urat.

’’Yang membuat sate kambing itu alot karena dagingnya masih ada yang bercampur dengan urat,’’ tuturnya. Urat-urat yang berhasil dipisahkan dari daging, dijadikan bahan olahan hidangan lainnya, seperti tengkleng atau sop.

Haryono mengatakan sate kambing bisa empuk tidak ada kaitannya dengan usia kambing saat dipotong. Apakah menggunakan kambing muda atau tua, jika dagingnya masih bercampur dengan urat makan akan melawan saat dikunyah.

Dalam hari biasa, warung Sate Tegal Laka-Laka yang berada di Jl Sholeh Iskandar, Bogor, bisa menghabiskan sampai dua ekor kambing. Sementara kalau rame, seperti akhir pekan, bisa sampai empat ekor kambing. Rata-rata kambing yang digunakan berumur 10 bulan ke bawah.

Setiap hari warung ini buka mulai pukul sekitar 11 siang. Pada hari biasa tutup pukul 21.00 WIB. Sedangkan di akhir pekan atau hari libur tutup pukul 22.00 WIB. Selain sate kambing dan tengkleng, warung ini juga menyediakan SOP iga kambing, gulai kambing, ayam bakar, dan lainnya.

Sate kambing tanpa lemak dibandrol Rp 56.000 isi 10 tusuk. Sementara sate kembing yang ada lemaknya Rp 50 ribu isi 10 tusuk. Untuk Gulai Kambing Rp 34 ribu/porsi, tengkleng kambing Rp 26.500, dan tongseng kambing Rp 39 ribu/porsi. (*)

Terimakasih sudah membaca artikel Sate Tegal Laka-Laka: Rahasia di Balik Daging Kambing yang Empuk Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.