Persiapan PTM 100 Persen, Orang Tua Diminta Perhatikan Sanitasi Anak

Artikel Persiapan PTM 100 Persen, Orang Tua Diminta Perhatikan Sanitasi Anak di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com–Kota Surabaya diproyeksikan akan menjadi kota pertama yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) kapasitas 100 persen. Kesadaran sanitasi anak diharapkan menjadi salah satu hal yang diperhatikan orang tua.

Dokter Adellia Nike minta orang tua melakukan pembekalan sanitasi kepada anak. Membekali anak-anak itu tidak bisa mendadak, perlu waktu untuk pembiasaan. Momen libur natal dan tahun baru bisa jadi waktu yang tepat untuk memulai memberikan pembekalan sanitasi kepada anak.

”Masih ada waktu untuk memantapkan dan membiasakan anak. Mulailah dengan rutinitas pagi yang diulang setiap hari. Jika selama ini anak bangun siang dan mulai sekolah online tanpa mandi dan sarapan, pelan-pelan diubah,” jelas Adellia Nike pada Minggu (2/1).

Adel meminta orang tua untuk membangunkan anak lebih pagi. Ajak mandi dengan semangat, pakaikan seragam yang lengkap dan mulai sarapan. Saat sarapan, orang tua bisa memberi vitamin untuk imunitas tubuh.

”Selipkan kebiasaan cuci tangan yang benar sebelum sarapan. Di sini kita menancapkan di mindset si kecil, sebelum makan harus cuci tangan. Sambil memberi pelajaran berulang cuci tangan yang benar,” kata Adellia Nike, dokter yang juga parenting enthusiast itu.

Hal yang diajarkan, lanjut dia, utamanya adalah pemahaman bahwa cuci tangan yang benar adalah dengan air mengalir, dengan tahap yang benar, dan memakai sabun. ”Durasinya 2 kali menyanyikan lagu happy birthday. Tidak lupa menuntaskannya dengan mengelap tangan yang basah dengan tisu hingga kering,” terang Adellia Nike.

Bila tidak benar-benar kering, Adel menjelaskan, dapat memicu bakteri e.coli, salmonella typhi, Staphylococcus aureus yang bisa menyebabkan diare, typus, maupun infeksi kulit. Juga, virus-virus seperti virus penyebab Covid-19.

”Selanjutnya perkuat kemandirian dalam buang air (toilet training). Tahapnya mengajarkan memberi tanda jika ingin buang air, kemudian prosesnya,” papar Adellia Nike.

”Lakukan berulang agar anak terbiasa yaitu mulai dari mengelap dudukan sebelumnya, buang air pada lubang toilet sampai selesai (tidak tercecer), flush, membasuh kemaluan, dan mengeringkannya dengan tisu. Diakhiri dengan mengelap dudukannya lagi dan menuntaskan dengan cuci tangan,” terang Adellia Nike.

Dia menambahkan, biasanya baik orang tua maupun anak sering melewatkan bagian mengeringkan alat vital karena dianggap bisa kering sendiri atau terbantu celana dalam. ”Padahal area alat vital yang lembab atau celana dalam yang tidak kering, bisa memicu jamur candida albicans,” ungkap Adellia Nike.

Sehingga, untuk anak perempuan perlu dibiasakan untuk membasuh maupun mengeringkan dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya. ”Nanti e.coli di anus bisa terangkut ke depan bila arahnya sebaliknya. Mengeringkannya pun jangan ditepuk-tepuk ya,” ucap Adellia Nike.

William Yaury, Vice Commercial Director salah satu perusahaan tisu mengatakan, penggunaan tisu sesungguhnya tidak multipurpose. Secara garis besar jenis tisu ada empat. Yakni facial tissue, napkin tissue, towel tissue, dan toilet tissue.

”Masing-masing punya fungsi. Dengan memahami masing-masing penggunaan tisu, manfaatnya pun akan dirasakan dengan maksimal. Salah penggunaan tisu pun bisa berakibat tidak baik,” tutur William Yaury.

Terimakasih sudah membaca artikel Persiapan PTM 100 Persen, Orang Tua Diminta Perhatikan Sanitasi Anak Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.