Tak Ingin Tsunami Covid-19 Terulang, India Larang Kampanye Tatap Muka

Artikel Tak Ingin Tsunami Covid-19 Terulang, India Larang Kampanye Tatap Muka di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com – Tak ada kampanye pada pemilu lokal India, setidaknya selama sepekan ke depan. Pemerintah melarangnya demi mencegah penularan Covid-19. Mereka harus mengambil langkah cepat untuk mengerem persebaran virus SARS-CoV-2.

India tidak ingin tragedi tahun lalu terulang. Yaitu, lonjakan kasus akibat varian Delta tak terkendali dan membuat sistem kesehatan lumpuh. Stok obat dan oksigen menjadi langka, kamar pasien tak tersedia, serta krematorium tak mampu lagi menerima jenazah.

’’Partai politik dan kandidat disarankan sebisa mungkin menggelar kampanye via media digital dan virtual,’’ ujar Kepala Komisioner Pemilu India Sushil Chandra seperti dikutip The New York Times. Moratorium kampanye tersebut akan ditinjau ulang Sabtu (15/1), bergantung pada situasi pandemi saat itu.

Sangat mungkin kebijakan larangan kampanye itu diperpanjang. Sebab, varian Omicron membuat penularan berlipat ganda. Minggu (9/1), ada 176 ribu kasus baru. Itu enam kali lipat jika dibandingkan dengan tujuh hari sebelumnya. Kota-kota besar seperti Mumbai, Delhi, dan Kolkata adalah yang paling terdampak. Itu serupa dengan ledakan varian Delta tahun lalu. Yaitu, dimulai dari kota besar sebelum akhirnya merambah penjuru negeri.

Jadwal pemilu lokal tidak berubah. Yaitu, dimulai pada Februari nanti. Chandra mengungkapkan bahwa tempat pemungutan suara akan ditambah untuk menghindari kerumunan. Dia juga memastikan semua petugas akan mendapatkan vaksin booster.

India saat ini telah memberikan vaksin booster untuk kelompok yang rentan tertular. Misalnya, lansia dan pekerja medis. Mulai pekan lalu, vaksin juga diberikan kepada remaja usia 15–18 tahun. Sebanyak 31 persen kelompok itu sudah mendapatkan satu dosis vaksin.

Pemerintah Australia bernasib serupa. Kasus Covid-19 di negara yang dipimpin Perdana Menteri Scott Morrison itu Senin (10/1) sudah menembus 1 juta, terhitung sejak awal pandemi. Yang menjadi masalah, lebih dari separo kasus terjadi selama sepekan terakhir. Itu membuat rumah sakit kewalahan dan rantai suplai barang terganggu. Tapi, pemerintah tidak akan memberlakukan lockdown. ’’Ada dua pilihan. Terus maju atau lockdown. Kami memilih untuk maju,’’ ujar Morrison kepada para jurnalis.

Menurut dia, saat ini sistem kesehatan masih mampu mengatasi situasi. Ada 3.500 orang yang dirawat di RS. Angka vaksinasi Australia juga terbilang tinggi. Sebanyak 92 persen penduduk usia 16 tahun ke atas sudah mendapatkan dosis penuh. Mulai kemarin, vaksinasi anak usia 5–11 tahun mulai berjalan dengan menggunakan Pfizer BioNTech.

Terimakasih sudah membaca artikel Tak Ingin Tsunami Covid-19 Terulang, India Larang Kampanye Tatap Muka Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.