6 Ribu Keluarga Terdampak Banjir Pamekasan

Artikel 6 Ribu Keluarga Terdampak Banjir Pamekasan di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com–Banjir terjadi di Pamekasan, Madura, sejak Selasa (1/3). Hujan deras sejak Selasa (1/3) dini hari menyebabkan Sungai Kloang dan Kali Semajid meluap.

Sejumlah ruas jalan protokol terendam banjir dan 6.329 kepala keluarga (KK) terdampak. Daerah terdampak banjir, antara lain, Kelurahan Jungcangcang, Parteker, Kolpajung, Petemon, Gladak Anyar, Kangenan, dan Barurambat Kota. Banjir juga terjadi di Kecamatan Pademawu, Palengaan, Proppo, dan sebagian Kecamatan Galis.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau daerah terdampak banjir di Pamekasan, Rabu (2/3). Gubernur bersama Pemkab Pamekasan mengerahkan semua sumber daya guna memastikan banjir Pemakasan bisa segera surut.

”Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera surut sehingga warga bisa kembali melakukan aktivitas dengan normal,” kata Khofifah saat meninjau Desa Sudemangan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Dia memastikan, Pemprov Jatim memfungsikan dua pompa air guna mengalirkan genangan air ke sungai. Selain itu, satu unit eskavator disiagakan untuk membersihkan dan mengevakuasi material sisa banjir. Eskavator tersebut juga difungsikan untuk mengeruk sedimentasi di sungai.

”Kami berharap debit air sungai bisa kembali normal sehingga air yang menggenangi rumah-rumah warga bisa disedot dan dialirkan ke sungai,” ujar Khofifah.

Khofifah memuji Pemkab Pamekasan yang dinilai sigap dan responsif terhadap situasi banjir yang terjadi. Pemkab bersama sejumlah elemen masyarakat segera mendirikan dapur umum guna menyediakan kebutuhan permakanan bagi pengungsi dan warga yang terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), serta bantuan dari anggota Forum Relawan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), membuat dapur umum. Mereka menyediakan 1.500 bungkus paket makanan yang terbagi dalam tiga sesi yakni pagi, siang, dan malam.

”Terima kasih atas gerak cepat dan kegotongroyongan seluruh elemen masyarakat. Bencana sebesar apapun akan terasa lebih ringan jika kita saling tolong-menolong dan gotong-royong,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, kehadiran dapur umum sangat bermanfaat bagi masyarakat terdampak banjir. Mengingat, genangan banjir sangat menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan makanan.

Khofifah juga mengingatkan masyarakat Jawa Timur untuk tetap siaga dan waspada. Sebab, berdasar informasi dari BMKG, musim hujan masih akan berlangsung hingga April–Mei.

”Tetap waspada dengan potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor,” terang Khofifah.

Terimakasih sudah membaca artikel 6 Ribu Keluarga Terdampak Banjir Pamekasan Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.