GIMNI: Sebenarnya Minyak Goreng Tidak Langka

Artikel GIMNI: Sebenarnya Minyak Goreng Tidak Langka di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com – Pemerintah telah mencabut kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng. Pencabutan ini pun langsung berdampak pada stok minyak goreng yang tiba-tiba melimpah, padahal sebelumnya langka.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga menuturkan, pasokan minyak di Indonesia sebenarnya sudah melimpah ruah sejak awal. Tidak ada kelangkaan sama sekali.

“Namun disparitas harga yang demikian besar antara market price (harga pasar) dan HET ini akhirnya banyak yang ambil kesempatan dalam kesempitan,” jelas Sahat dalam Market Review IDX Channel, Kamis (24/3).

Diketahui bahwa dari total produksi minyak sebesar 49 juta ton, sementara kebutuhan minyak goreng untuk pasar domestik hanya 4,9 juta ton. Produsen juga telah mendistribusikan minyak goreng sebesar 465.000 kilo liter (KL) lebih banyak dari kebutuhan masyarakat 319.000 KL.

“Artinya ada over 45 persen. Produksi tahun ini juga lebih tinggi dibanding tahun lalu yaitu 49 juta ton, tahun lalu 46,8 juta ton, ada peningkatan,” katanya.

Oleh karena itu, terjadinya kelangkaan ini menurutnya karena sistem distribusi yang berantakan. Dengan begitu, muncul para spekulan yang memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan.

Kata dia, sebaiknya ada pendataan dalam sistem Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk para distributor dan agen minyak goreng.

“Kalau ada penyelewengan dari distributor 1 ke distributor 2, itu harusnya keliatan. Kalau menyeleweng, ya cabut (izin usaha),” pungkas Sahat.

Terimakasih sudah membaca artikel GIMNI: Sebenarnya Minyak Goreng Tidak Langka Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.