Korupsi Mafia Pelabuhan, Kejagung Cegah ASN Bea Cukai dan 8 Orang Lain

Artikel Korupsi Mafia Pelabuhan, Kejagung Cegah ASN Bea Cukai dan 8 Orang Lain di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com – Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan, pihaknya telah melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap sembilan orang. Pencegahan dilakukan untuk mempermudah penyidikan tindak pidana korupsi penyalahgunaan fasilitas kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) pada Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Emas tahun 2015-2021.

“Jaksa Agung Muda Intelijen atas nama Jaksa Agung Republik Indonesia resmi menetapkan Keputusan tentang pencegahan ke luar wilayah Indonesia terhadap sembilan orang terkait penyidikan tindak pidana korupsi penyalahgunaan Fasilitas KITE pada Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Emas tahun 2015-2021,” ujar Ketut dalam keterangannya, Senin (7/3).

Ketut menuturkan, sembilan orang yang diduga terlibat terkait korupsi penyalahgunaan Fasilitas KITE pada Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Emas tersebut, dicegah ke luar negeri selama enam bulan ke depan.

“Keputusan tersebut dikeluarkan sejak tanggal 07 Maret 2022 selama enam bulan, karena dugaan keterlibatannya,” katanya.

Ketut berujar, pencegahan sembilan orang ke luar negeri tersebut guna mempermudah menggali informasi terkait dugaan korupsi di kasus penyalahgunaan Fasilitas KITE pada Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Emas.

“Demi kepentingan untuk mempermudah proses penyidikan dalam rangka pemeriksaan guna menggali informasi terkait perkara dimaksud dari kesembilan orang tersebut, apabila suatu saat dilakukan pemanggilan, kesembilannya dicegah ke luar negeri sehingga kesembilan orang tersebut masih tetap berada di wilayah hukum Republik Indonesia,” ungkapnya.

Adapun, kesembilan orang yang dicegah ke luar negeri adalah, LGH (Direktur PT Eldin Citra), SWE (Pegawai Negeri Sipil), H (ASN Dirjen Bea Cukai), MRP (Direktur PT Kenken Indonesia), MNEY (Karyawan Swasta), PS (Mantan Direktur PT Hyup Seung Garmen Indonesia), ZM (Kepala Produksi di PT Eldi Citra Lestari), JS (Manajer Exim PT Hyup Seung Garmen Indonesia), dan TS ( Direktur CV Mekar Inti Sukses).

Sebelumnya, kasus dugaan korupsi mafia pelabuhan ini telah naik status menjadi penyidikan. Hal itu didasari gelar perkara yang dilakukan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta di ruang rapat Jampidsus.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus telah resmi menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRIN-12/F.2/Fd.2/03/2022 tanggal 02 Maret 2021 terkait dengan Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) pada Pelabuhan Tanjung Priok Tahun 2015 s/d 2021.

Dalam kasus itu kasus korupsi diduga dilakukan dalam Kawasan Berikat PT HGI Semarang terkait impor bahan baku tekstil dari China melalui Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Emas Semarang. Tindak pidana korupsi itu diduga melibatkan oknum Bea dan Cukai pada Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kantor Pelayanan Semarang pada Bidang Fasilitas Pabean dan P2.

Kasus itu terkait penjualan bahan baku tekstil impor PT HGI yang seharusnya diolah menjadi barang jadi dalam Kawasan Berikat dan dilakukan ekspor, akan tetapi impor bahan tekstil tersebut tidak dilakukan pengolahan di dalam Kawasan Berikat, namun dilakukan penjualan di dalam negeri sehingga mengakibatkan kerugian perekonomian atau keuangan negara.

Terimakasih sudah membaca artikel Korupsi Mafia Pelabuhan, Kejagung Cegah ASN Bea Cukai dan 8 Orang Lain Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.