Terjebak Rayuan Investasi tanpa Project Order, Rugi Rp 250 Juta

Artikel Terjebak Rayuan Investasi tanpa Project Order, Rugi Rp 250 Juta di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

Termakan rayuan untuk memodali investasi masker dan sarung tangan membuat Ahnaf merugi ratusan juta rupiah. Keuntungan belum pernah didapat, modal pun ikut raib.

Rayuan bertubi-tubi membuat Ahnaf luluh di hadapan Halimatus Sakdiyah Al Hadad. Ahnaf menyetorkan modal investasi pengadaan masker dan sarung tangan lateks Rp 250 juta kepada perempuan yang biasa dipanggil Vivi itu. Padahal, istri G. Firmansyah tersebut belum menjelaskan skema investasi dan keuntungannya. Modal itu kini hilang.

Sebelum terjebak tawaran investasi, Ahnaf sempat ragu. Namun, Vivi yang merupakan teman ibunya terus merayunya. Dia berkali-kali datang ke rumahnya dengan menjanjikan keuntungan.

Jaksa penuntut umum Hasan Efendi dalam surat dakwaan menyatakan, Vivi yang masih buron awalnya disuruh suaminya, Firmansyah, untuk datang ke rumah Ahnaf di Perumahan Wonokusumo Kidul Indah pada Oktober 2020. Tujuannya, menawarkan bisnis pengadaan masker dan sarung tangan lateks.

’’Saksi Ahnaf meminta detail perincian, mulai harga beli sampai harga jual kembali serta keuntungan yang didapat,’’ kata jaksa Hasan saat membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.

Menurut Ahnaf, Vivi tidak langsung memberikan perincian tersebut. Saat bertemu di rumah Ahnaf, dia berjanji perincian itu diberikan setelah Ahnaf mentransfer uang. Ahnaf sempat menolaknya. ’’Saya minta project order (PO). Saya bilang, tidak ada PO, tidak ada uang,’’ kata Ahnaf saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan.

Namun, Vivi ternyata tidak mudah menyerah. Dia bahkan hingga tiga kali menemui Ahnaf. Vivi sempat meyakinkan, jika Ahnaf mentransfer uangnya saat siang, perinciannya akan diberikan saat malam. Hingga akhirnya, Ahnaf termakan bujuk rayu Vivi.

Pria yang bekerja di perusahaan properti itu mentransfer Rp 250 juta tanpa tahu perincian bisnis tersebut. Vivi tidak memberikan perincian seperti yang dijanjikannya. ’’Tidak dikasih PO sama dia karena alasannya itu rahasia. Takut bisnisnya saya serobot kalau sudah tahu,’’ ungkapnya.

Ternyata, kecurigaan Ahnaf terbukti. Vivi tidak pernah memberikan keuntungan. Dia sempat minta modal dikembalikan. ’’Mereka janji membayar sekalian bagi hasilnya. Tapi, uang tidak dikembalikan dan bagi hasil tidak pernah ada,’’ katanya.

Firmansyah kemudian membuka cek Rp 288 juta disertai jatuh tempo pencairan. Setelah itu, Ahnaf berinisiatif mencairkan cek tersebut. ’’Saya cairkan ke bank ternyata blong. Ditolak sama pihak bank dengan alasan tidak ada dananya,’’ ujarnya.

Ahnaf lantas melaporkan pasangan suami istri itu ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kini setelah perkaranya masuk pengadilan, jaksa Hasan mendakwa Firmansyah beserta istrinya, Vivi, yang masih buron telah menipu Ahnaf. Firmansyah yang tidak didampingi pengacara tidak keberatan dengan dakwaan jaksa dan kesaksian Ahnaf. ’’Betul, Yang Mulia,’’ kata Firmansyah.

Terimakasih sudah membaca artikel Terjebak Rayuan Investasi tanpa Project Order, Rugi Rp 250 Juta Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.