Parkir Kendaraan Sembarangan, Awas Kena Operasi Dishub Surabaya

Artikel Parkir Kendaraan Sembarangan, Awas Kena Operasi Dishub Surabaya di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com- Pemandangan tidak elok, belakangan jadi langganan di depan Mal Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya. Tepat di sudut Jalan Mayjen Yono Soewoyo, puluhan kendaraan roda dua (R2) parkir di trotoar. Ada pula yang parkir sembarangan di tepi jalan. Dinas perhubungan (dishub) bakal menggelar operasi untuk menindak kendaraan yang parkir ngawur.

Hal itu tidak hanya terlihat di satu titik tersebut. Di Jalan Mayjen Sungkono, tepatnya di sisi barat kantor KPU Kota Surabaya, trotoar yang merupakan jalur khusus pejalan kaki juga dipakai untuk memarkir motor.

Hal serupa dijumpai di Jalan Raya Wiyung. ’’Tidak boleh (parkir di trotoar, Red). Pasti kami tindak,” ujar Kepala Dishub Kota Surabaya Tundjung Iswandaru, Senin (11/4).

Tundjung menjelaskan, aturan mengenai perparkiran ditetapkan di dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2018. Di dalam regulasi tersebut, parkir yang diselenggarakan pemerintah daerah terbagi menjadi dua. Yakni, parkir di dalam ruang milik jalan (rumija) dan parkir di luar rumija. ’’Yang parkir di tepi jalan umum itu termasuk yang di dalam rumija,” terangnya.

Nah, parkir di dalam rumija memiliki ketentuan. Wali kota telah menetapkan zona parkir di seluruh wilayah di Kota Surabaya. Artinya, ada beberapa ruas jalan yang memang bisa dipakai untuk tempat parkir di tepi jalan.

Di luar parkir zona, dishub pasti memasang rambu larangan parkir yang artinya tidak boleh parkir di titik tersebut. Dishub juga bakal menggelar sweeping ke jalan-jalan utama untuk menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan.

Tundjung menjelaskan, penyelenggaraan parkir di dalam rumija harus memenuhi beberapa persyaratan. Salah satunya, tidak memanfaatkan fasilitas pejalan kaki. Termasuk tidak memanfaatkan fasilitas penyandang disabilitas. ’’Artinya, jalur pedestrian sebagai fasilitas pejalan kaki memang tidak boleh digunakan (untuk parkir, Red),” tuturnya.

Hal itu dipertegas dalam Pasal 7 Perda Nomor 3 Tahun 2018. Di dalam pasal itu disebutkan hal-hal yang dilarang dalam penyelenggaraan parkir rumija. Lima dari 12 poin yang dilarang, antara lain, tidak boleh diselenggarakan di jalur penyeberangan, jalur pejalan kaki, jalur pesepeda, tikungan, dan jembatan.

’’Karena itu, kami terus berpatroli dan nanti ada operasi untuk menindak kendaraan yang parkir sembarangan. Termasuk yang parkir di jalur pedestrian,” jelasnya.

Terimakasih sudah membaca artikel Parkir Kendaraan Sembarangan, Awas Kena Operasi Dishub Surabaya Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.