Satgas Anti Sampah Plastik Surabaya Mulai Keliling Pasar

Artikel Satgas Anti Sampah Plastik Surabaya Mulai Keliling Pasar di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat tiap tahun terdapat 111.000 ton sampah. Sampah itu masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Benowo.

”Ini menjadi salah satu proses pembelajaran bagi masyarakat, untuk terbiasa membawa kantong belanja ramah lingkungan. Dengan langkah ini, kami berharap sampah plastik bisa mulai berkurang di Kota Surabaya,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro, Senin (11/4).

Pemkot Surabaya akan berupaya mengatasi pencemaran lingkungan dan menjaga kelestarian lingkungan. Salah satunya, dengan melakukan pengurangan penggunaan kantong belanja plastik pada aktivitas ekonomi, untuk mengurangi timbunan sampah plastik yang sulit terurai.

Hebi mengatakan, Pemkot Surabaya telah menerbitkan Peraturan Wali Kota Surabaya (Perwali) Nomor 16 Tahun 2022 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Surabaya. Pengurangan penggunaan kantong plastik tersebut, telah berlaku sejak Sabtu (9/4).

”Perwali ini sudah diterbitkan sejak 9 Maret dan sudah mulai berlaku sejak 9 April 2022. Sebelum pelaksanaanya, kami telah memberikan imbauan kepada pusat perbelanjaan, toko swalayan, pasar tradisional, dan restoran,” papar Agus Hebi Djuniantoro.

Pada penerapannya, Hebi menjelaskan, pengurangan penggunaan kantong plastik telah dilakukan. Bahkan, pusat perbelanjaan, toko swalayan, restoran, dan pasar tradisional yang dinaungi PD Pasar Surya, telah menerapkan aturan tersebut sebelum 9 April.

”Untuk mengawal penerapan tersebut, kami akan menggelar patroli atau operasi penggunaan kantong plastik oleh Satuan Gugus Tugas (Satgas) Khusus, yang telah kami bentuk,” ungkap dia.

Satgas Khusus tersebut terdiri atas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag), serta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (DKKORP) Kota Surabaya.

”Sudah kami ajukan kepada Bapak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Semoga Surat Keterangan (SK) segera selesai dan pekan depan, kami bisa melakukan operasi penerapan pengurangan penggunaan kantong plastik,” jelas Agus Hebi Djuniantoro.

Meski demikian, terdapat kesulitan dalam menerapkan aturan pengurangan penggunaan kantong plastik, yakni, pada beberapa pasar tradisional dan pasar krempyeng (pasar cepat bubar) di Kota Surabaya. Namun, menurut dia, tidak menutup kemungkinan bahwa peraturan tersebut bisa diterapkan.

Hebi minta kepada seluruh masyarakat Kota Surabaya yang hendak melakukan aktivitas ekonomi untuk membawa kantong belanja ramah lingkungan.

”Sebab, sosialisasi telah kami lakukan hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan. Yang jelas, akan ada ketegasan kalau memang satu atau dua kali tidak menerapkan aturan tersebut,” terang Agus Hebi Djuniantoro.

Terimakasih sudah membaca artikel Satgas Anti Sampah Plastik Surabaya Mulai Keliling Pasar Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.