Wali Kota Surabaya Larang Pelajar Ikut Demo

Artikel Wali Kota Surabaya Larang Pelajar Ikut Demo di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com–Mahasiswa berencana turun ke jalan pada Kamis (14/4). Aksi demonstrasi itu dilakukan untuk menuntut beberapa hal. Salah satunya, menentang kepemimpinan 3 periode Presiden Joko Widodo.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta pelajar tidak ikut turun ke jalan atau ikut demonstrasi. Permintaan itu disampaikan pada setiap lembaga pendidikan jenjang SMP dan SMA/SMK agar memberikan pengertian arti demonstrasi sesungguhnya.

Eri berharap upaya itu mampu mengantisipasi pelajar Surabaya terlibat dalam aksi unjuk rasa (unras) seperti yang terjadi di sejumlah daerah. Dia juga meminta kepada seluruh pelajar Surabaya agar tidak mudah terprovokasi dan terlibat aksi demonstrasi.

”Para pelajar Surabaya fokus menyelesaikan pendidikan di sekolah. Kami berharap untuk seluruh sekolah baik SMP dan SMA agar memberikan pengertian kepada siswa. Ayo iki gurung wayahe (ini belum waktunya). Sehingga bagaimana kita mengajak anak untuk tidak ikut turun (unras). Sebab, belum menjadi bagiannya,” kata Eri pada Selasa (12/4).

Eri juga berpesan kepada perguruan tinggi di Surabaya agar dapat berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Diimbau kepada mahasiswa agar ketika menyuarakan pendapat di muka umum tetap mengedepankan cara-cara yang santun dan tidak anarkis.

”Kami titip kepada seluruh kampus untuk bisa berkolaborasi dengan BEM. Apa fungsinya? Tolong sampaikan pendapat dengan santun. Silakan turun namun jaga kotanya. Jangan sampai merusak kota, sehingga masyarakat merasa tidak nyaman,” ucap Eri.

Alumnus SMAN 21 Surabaya itu menuturkan, bagaimanapun juga kenyamanan dan ketertiban kota harus terus dijaga. Terlebih lagi, saat ini telah memasuki bulan suci Ramadan 1443 Hijriah.

”Bagaimana pun kota ini harus dijaga bersama, apalagi puasa. Gerakan mahasiswa itu wajar, dari dulu sudah ada gerakan mahasiswa. Tapi tolong pelajar jangan ikut-ikutan,” pesan Eri.

Dia kembali mengingatkan, menyuarakan pendapat di muka umum telah diatur dalam undang-undang. Namun jangan sampai kebebasan perpendapat itu justru disalahgunakan dengan aksi anarkis yang dapat merugikan masyarakat, diri sendiri dan keluarga.

”Mahasiswa juga jangan merusak atau anarkis, jangan sampai niat baik mahasiswa ini ditunggangi orang atau kelompok tertentu,” tutur Eri.

Terimakasih sudah membaca artikel Wali Kota Surabaya Larang Pelajar Ikut Demo Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.