Tinggal di Gubuk, Mantan Atlet SEA Games Dapat Bantuan Jelang Lebaran

Artikel Tinggal di Gubuk, Mantan Atlet SEA Games Dapat Bantuan Jelang Lebaran di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com–Suharto, 70, mantan atlet nasional balap sepeda andalan Jawa Timur menerima sejumlah bantuan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Bantuan disalurkan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim pada Sabtu (30/4).

Sembari mengusap air mata, Suharto mengenggam erat sembako, uang tunai, dan handphone, dari Khofifah. Suharto tinggal di gubuk seng 2×3 meter,  sebatangkara di Kelurahan Singosari, Kecamatan Kebomas, Gresik.

”Dapat salam dari Ibu Gubernur. Saya diperintah Ibu untuk menemui Pak Harto. Handphone ini tolong diterima supaya Pak Harto bisa terus menyambung silaturahmi dengan keluarga termasuk para insan olahraga di Jatim,” ujar Kepala Dispora Jatim Pulung Chausar.

Suharto sempat menorehkan prestasi gemilang saat mengikuti SEA Games 1979 di Jakarta. Saat itu, dia merebut medali emas dari cabang olahraga balap sepeda.

Gubernur Khofifah bertemu Suharto di Gresik. Pertemuan secara tidak sengaja saat pembagian sembako di Gresik beberapa hari lalu.

”Nanti Ibu Gubernur juga akan memberi pekerjaan Pak Harto. Insya Allah, kalau Pak Harto juga berkenan, nanti disiapkan pekerjaan yang layak yang sesuai dengan prestasinya,” ujar Pulung.

Pulung menjelaskan, masa pensiun atlet memang harus dipersiapkan. Karena itu, Dispora bersama KONI Jatim saat ini mengembangkan Sportpreneur Academy melalui kerja sama dengan Universitas Ciputra.

Hal itu dilakukan agar masa depan atlet Jatim baik yang telah berprestasi tingkat nasional maupun internasional tetap terjamin.

”Harapan kita tidak ada lagi atlet bernasib seperti Pak Harto. Melalui pelatihan tersebut, para mantan atlet dapat melanjutkan kehidupan dengan berwirausaha,” tutur Pulung.

Usai menerima bantuan dari Gubernur Khofifah, Suharto menyampaikan terima kasih. Dia mengaku baru pindah dari Surabaya lantaran tidak mampu membayar sewa rumah.

”Baru seminggu tinggal di sini. Kerja narik becak kalau ada tumpangan, kalau tidak ada ya saya angkut rongsokan,” ujar Suharto.

Ditanya terkait prestasi-prestasinya, Suharto mengaku semua sudah tinggal kenangan. Sebab medali emas maupun perak yang diraihnya pada 1976 dalam ajang Tour de Thailand telah hilang.

”Waktu saya sakit stroke itu semua barang-barang saya hilang. Medali, piagam sampai buku album foto saya juga hilang,” ucap Suharto.

Terimakasih sudah membaca artikel Tinggal di Gubuk, Mantan Atlet SEA Games Dapat Bantuan Jelang Lebaran Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.