Bayi di Surabaya Sempat Dianiaya Ibunya Sebelum Meninggal

Artikel Bayi di Surabaya Sempat Dianiaya Ibunya Sebelum Meninggal di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com–Bayi berusia 5 bulan di Kota Surabaya sempat dianiaya ibunya sendiri sebelum meninggal dunia. Jasadnya baru ditemukan 3 hari kemudian.

Bayi itu tinggal di Siwalankerto Surabaya diduga meninggal pada Rabu (23/6). Jasadnya ditemukan pada Sabtu (25/6).

Kapolsek Wonocolo Kompol Roycke Hendrik mengatakan, pelaku adalah ES, 25. Dia telah diamankan petugas.

Berdasar keterangan dan bukti yang telah dikumpulkan polisi, ES akhirnya ditetapkan menjadi tersangka.

”(Diamankan) saat family gathering di Gunung Kidul (Jogjakarta),” kata Roycke pada Minggu (26/6).

Pembunuhan itu disebut berawal saat ES memandikan bayinya pada Selasa (21/6) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu si bayi terus menangis.

Karena tak juga diam, ES melemparkan bayinya tersebut ke tempat tidur. Akibatnya muncul luka lebam di bagian kepala serta punggung bayi.

”Dilemparkan ke tempat tidur dalam kondisi terlentang, sehingga menyebabkan lebam di kepala bagian belakang dan punggung. Kepala belakang keluar cairan,” jelas Roycke Hendrik.

ES bahkan mengulangi perbuatan tersebut untuk menenangkan anaknya yang masih menangis. ES juga memutar tubuh si bayi dalam keadaan menelungkup, lalu memukulinya beberapa kali.

”Pelaku kembali mengulangi lagi sehingga bayi terdiam. Dan pelaku membalikan tubuh dan memukul, korban diam tidak bergerak,” ucap Roycke Hendrik.

Ketika diinterogasi, tersangka mengaku telah menganiaya korban sejak lama. Dia beralasan, merasa kesal lantaran setiap bertengkar dengan sang suami, anaknya itu selalu menangis.

”Ibunya kesal karena bayinya rewel setiap bertengkar dengan suaminya. Suaminya tidak mengetahui jika bayinya meninggal,” ujar Roycke Hendrik.

Atas perbuatanya itu, tersangka dijerat dengan pasal 80 ayat 3 UU Tahun 2004 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 44 ayat 3 dan ayat 4 UU No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman pidana kurungan penjara 15 tahun.

Terimakasih sudah membaca artikel Bayi di Surabaya Sempat Dianiaya Ibunya Sebelum Meninggal Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.