JPU Ragu Adam Deni Benar-Benar Bermaksud Bantu Berantas Korupsi

Artikel JPU Ragu Adam Deni Benar-Benar Bermaksud Bantu Berantas Korupsi di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com – Setelah mendengarkan nota pembelaan atau pledoi dari terdakwa Adam Deni dan kuasa hukumnya dalam sidang pekan lalu di PN Jakarta Utara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) memberikan tanggan dalam sidang replik yang berlangsung hari ini.

Jaksa dalam sidang replik menegaskan bahwa tuntutan terhadap Adam Deni dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Pendapat kuasa hukum terdakwa yang mengatakan tuntutan 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar melampaui batas dan dzalim adalah opini dari penasihat hukum terdakwa,” kata Dyofa Yudistira mewakili Jaksa di PN Jakarta Utara, Senin (13/6).

Dia berpandangan, tuntutan 8 tahun penjara sudah sesuai dengan aturan mengacu pada Pasal 48 ayat 3 UU ITE. Pasal tersebut memiliki ancaman hukuman maksimal 10 tahun dan denda maksimal  Rp 5 miliar. Jaksa pun dengan tegas mengaku tuntutan yang telah dibacakan beberapa waktu lalu tidak  melampaui batas ketentuan yang ditetapkan hukum perundang- undangan.

Mengacu pada pasal pasal yang didakwakan kepada Adam Deni, Jaksa meyakini tuntutannya tidak lah berlebihan. Jaksa bahkan meminta majelis hakim untuk tidak terlalu menjadikan pertimbangan atas alasan-alasan dari pihak Adam Deni dalam menjatuhkan putusan. “Tapi putusan sepenuhnya kami serahkan kepada majelis hakim,” tutur Dyofa Yudistira.

Jaksa meragukan niatan baik Adam Deni mengunggah dokumen pribadi milik Ahmad Sahroni untuk tujuan membantu KPK dalam memberantas korupsi.  Jaksa berpandangan, argumentasi tersebut hanya sebuah strategi untuk melepaskan diri dari tanggung jawab atas suatu perbuatan tindak pidana.

Jaksa Dyofa Yudistira juga menyatakan, pada kenyataannya Adam Deni pernah bertemu dengan Ahmad Sahroni di Bali dan yang bersangkutan mendapatkan sejumlah uang. “Adam Deni pernah bertemu dengan Ahmad Sahroni di Bali, biaya hotel dibayar oleh Sahroni. Terdakwa juga menerima sejumlah uang. Apakah tujuan Adam Deni untuk menegakkan hukum?,” katanya.

Jaksa juga mengungkapkan, andai saja terdakwa Adam Deni memang benar-benar punya niatan tulus mau membantu proses pemberantasan korupsi, seharusnya terdakwa bisa langsung membuat pengaduan ke KPK tanpa perlu mengunggahnya di media sosial.

’’Data pribadi yang diunggah milik korban tidak serta merta menjadikan caption tersebut mengarah ke KPK. Seandainya mau menegakkan hukum, seharusnya diserahkan kepada yang berwenang, bukan diunggah di media sosial,” katanya. (*)

 

 

 

Terimakasih sudah membaca artikel JPU Ragu Adam Deni Benar-Benar Bermaksud Bantu Berantas Korupsi Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.