Kemendagri Jemput Bola Warga DKI yang Ubah Dokumen Kependudukan

Artikel Kemendagri Jemput Bola Warga DKI yang Ubah Dokumen Kependudukan di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com – Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyampaikan, sekitar 50.000 warga DKI Jakarta perlu membarui kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dan kartu keluarga (KK). Hal ini imbas dari perubahan 22 nama jalan DKI Jakarta.

“Info dari DKI, untuk e-KTP sekitar 50.000-an warga,” kata Dirjen Dukcpil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh dikonfirmasi, Senin (27/6).

Zudan menjelaskan, jajarannya saat ini masih menginventarisasi pendataan warga yang memerlukan layanan perubahan alamat dalam dokumen kependudukan. Setelah itu, pada Rabu (29/6) mendatang, pihaknya akan langsung mendatangi warga untuk memberikan layanan administrasi kependudukan. ’’Insya Allah, Rabu (29/6/2022), kami mulai jemput bola. Hari ini, kami masih rapat, mengikuti rapat pagi ini di tingkat asisten provinsi untuk mendapatkan arahan lebih lanjut,” ucap Zudan.

Layanan jemput bola ini, kata Zudan, akan dilakukan selama dua pekan mendatang. Dia mengungkapkan, layanan perubahan alamat dalam dokumen kependudukan difasilitasi gratis tanpa dipungut biaya. ’’Gratis untuk perubahan dokumen kependudukan,” tegas Zudan.

Zudan mengatakan warga yang tinggal di alamat yang diganti, harus membarui data kependudukannya. Langkah ini dilakukan, karena implikasi dari perubahan data administrasi wilayah, sehingga berakibat pada perubahan data administrasi kependudukan dan pelayanan publik.  ’’Contoh seperti di DKI Jakarta, kalau ada perubahan nama jalan, KK kita buat yang baru, KTP dibuat yang baru, kartu identitas anak (KIA) dibuat yang baru,” terang Zudan.

Zudan mengatakan Kemendagri mendukung penggantian dokumen kependudukan secepatnya. Ditjen Dukcapil Kemendagri akan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan DKI, termasuk menyediakan tambahan blanko e-KTP.

’’Misalnya dulu, Jalan Raya Bekasi-Jakarta diubah menjadi Jalan Si Pitung, tinggal diubah dalam aplikasinya. Nanti kepada masyarakat akan di-entry data yang baru. Masyarakat enggak perlu bawa pengantar RT/RW. Datang aja ke Dukcapil. Beri tahu, ‘Pak, dulu saya alamatnya di sini’, nanti dicetakkan e-KTP dengan alamat yang baru. Begitu juga KK-nya, untuk anak-anak KIA-nya,” ujar Zudan. (*)

 

Terimakasih sudah membaca artikel Kemendagri Jemput Bola Warga DKI yang Ubah Dokumen Kependudukan Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.