TNI AL Buka Opsi Tempuh Jalur Hukum Atas Tudingan Perwiranya Main Mata

Artikel TNI AL Buka Opsi Tempuh Jalur Hukum Atas Tudingan Perwiranya Main Mata di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, merasa dirugikan terkait kabar perwira TNI AL meminta sogokan Rp 5,4 miliar untuk membebaskan Kapal MT Nord Joy. Sejauh ini tidak ada bukti jika ada oknum TNI AL bermain mata dalam proses hukum kapal tersebut.

Arsyad mengatakan, Kapten Kapal juga membenarkan tidak dimintai sejumlah uang oleh oknum tertentu. Namun, Koarmada I tetap membuka aduan dari masyarakat jika memang tuduhan adanya negosiasi ini benar adanya.

“Akan tetapi bila tidak benar tuduhan itu, maka sama saja dengan pencemaran nama baik institusi TNI AL sebagai sebuah simbol Negara, dan akan dipertimbangkan untuk dilakukan upaya hukum atas tindakan tersebut,” kata Arsyad kepada wartawan, Jumat (10/6).

Arsyad menuturkan, penyidik telah menyerahkan SPDP ke Kejaksaan Negeri Batam atas kasus tersebut. Penyidik masih menunggu berkas lengkap (P21), untuk kemudian dilakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti sebelum disidang.

“Terkait isu yang berkembang bahwa Perwira TNI AL meminta sejumlah uang untuk melepaskan kapal tersebut tidak benar, karena yang berhak memberi instruksi membebaskan kapal adalah saya Panglima Koarmada I, kapal itu tidak mungkin dibebaskan, karena cukup bukti untuk dilakukan proses hukum, sehingga proses hukum MT Nord Joy ini kita akan kawal sampai mendapatkan putusan pengadilan, jadi tidak benar ada negosiasi itu,” tegasnya.

Sebelumnya, seorang perwira Angkatan Laut dituding meminta uang sebanyak USD 375 ribu atau Rp 5,4 miliar untuk membebaskan kapal tanker bernama lambung Nord Joy. Kapal berbendera Panama tersebut memang tengah diproses hukum oleh TNI AL. Penyebabnya kapal tersebut lego jangkar di Perairan Indonesia tanpa izin. Markas Besar TNI AL (Mabesal) pun merespons kabar tersebut. Mereka memastikan bahwa tudingan itu tidak benar.

Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono. ”Sudah diselidiki itu hoaks belaka. Yang jelas kapalnya memang masih dalam penyidikan sekarang,” ungkap Heri usai menutup Turnamen Bola Voli Putri Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Cup 2022 di Mabesal, Jakarta Timur, Jumat (10/6). Untuk mengurus persoalan itu, TNI AL sudah mengirim panglima Komando Armada (Koarmada) I ke Tanjung Pinang.

Perwira tinggi bintang dua TNI AL itu diminta menjelaskan tudingan tersebut tidak benar. ”Kalau (perwira TNI AL) minta suap, tentunya kan sudah dilepas barangkali (kapal Nord Joy). Ini tidak terjadi apa-apa,” tegas Ahmadi. Kapal tersebut masih disidik dan dijadikan sebagai barang bukti oleh TNI AL. ”Yang jelas barang bukti dari tindakan kejahatannya sedang dilaksanakan penyidikan di Tanjung Pinang,” tambah dia.

Terimakasih sudah membaca artikel TNI AL Buka Opsi Tempuh Jalur Hukum Atas Tudingan Perwiranya Main Mata Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.