Aktivis Minta KPK Telisik Kejanggalan Harta Kekayaan Suharso Monoarfa

Artikel Aktivis Minta KPK Telisik Kejanggalan Harta Kekayaan Suharso Monoarfa di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali diminta mengusut dugaan penerimaan gratifikasi dan kejanggalan harta kekayaan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menyatakan, KPK penting melakukan penyelidikan dugaan kasus gratifikasi dan dugaan penggelapan kekayaan Suharso.

’’Kami mendesak KPK untuk segera melakukan penyelidikan kasus dugaan gratifikasi pesawat jet pribadi yang digunakan Suharso. Kemudian, terkait masalah laporan keuangannya juga,” kata Uchok Sky Khadafi kepada wartawan, Selasa (12/7).

Uchok menyebut, laporan keuangan yang dilaporkan Suharso mengalami kejanggalan. Pasalnya, harta kekayaan Suharso saat menjadi menteri dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tiba-tiba mengalami kenaikan yang signifikan. ’’Ini seharusnya juga ditelusuri KPK, kasus harta pejabat naik signifikan. Maka disebabkan oleh apa? Harus dibuka kepada publik,” tegasnya.

Komite Mahasiswa Antikorupsi (Komasi) sebelumnya juga meminta KPK untuk menelisik harta kekayaan Menteri PPN Suharso Monoarfa. Koordinator Komasi, Kurnia Septian menduga, ada kenaikan harta yang tidak wajar dari yang dilaporkan Suharso.

“Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang dikeluarkam KPK, pada 2018 harta Suharso hanya Rp 84 juta. Sedangkan, pada 2019 tiba-tiba naik signifikan jadi Rp 59 miliar,” ujar Kurnia Septian di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (8/7).

Berdasarkan laman elhkpn.kpk.go.id, tercatat harta Suharso pada 2018 yakni sebesar Rp 84.279.899. Saat itu Suharso masih menjabat anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Sementara satu tahun berselang, yakni pada 2019 harta Suharso meningkat pesat sebesar Rp 59.861.206.050. Kemudian pada 2020, Suharso melaporkan memiliki harta sebilai Rp 69.793.308.036.

Sedangkan pada 2021, Suharso melaporkan memiliki harta sebesar Rp 73.064.251.480. Kurnia menduga, terdapat kejanggalan dalam harta kekayaan tersebut. “Kami meminta KPK mengusut dan menindaklanjuti keterlibatan Suharso dalam dugaan korupsi. Karena sejauh ini kami belum melihat langkah tegas dari KPK,” tegas Kurnia.

Suharso sebenarnya sempat juga dilaporkan ke KPK terkait penerimaan gratifikasi penggunaan pesawat jet pribadi. Itu terjadi saat Suharso melakukan kunjungan kerja ke Semarang, Jawa Tengah.

Sementara itu, Suharso Monoarfa tidak menggubris konfirmasi yang dilayangkan JawaPos.com. Laporan terhadap Suharso di KPK sebelumnya dilayangkan oleh Anggota Majelis Pakar PPP Nizar Dahlan pada November 2020 lalu, terkait dugaan penerimaan gratifikasi pemakaian pesawat jet saat melakukan kunjungan ke Medan dan Aceh.

Beberapa waktu lalu, pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri menyatakan akan menindaklanjuti setiap laporan yang diterima, termasuk laporan mengenai dugaan gratifikasi Suharso Monoarfa.

“KPK memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat dengan lebih dahulu melakukan verifikasi dan telaahan terhadap laporan tersebut, untuk mendalami lebih lanjut apakah masuk ranah tindak pidana korupsi dan menjadi kewenangan KPK,” tegas Ali. (*)

Terimakasih sudah membaca artikel Aktivis Minta KPK Telisik Kejanggalan Harta Kekayaan Suharso Monoarfa Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.