DPRKPP Surabaya Peringatkan 2.740 Pemilik Gedung Tak Miliki SLF

Artikel DPRKPP Surabaya Peringatkan 2.740 Pemilik Gedung Tak Miliki SLF di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com–Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman serta Pertanahan Kota Surabaya memberikan peringatan kepada 2.740 pemilik Gedung. Sebab, mereka tidak memiliki sertifikat laik fungsi (SLF).

”Jadi, kami melakukan teguran dari wajib SLF itu yang kami data ada 2.740 dan sudah kami tegur semua, karena mereka banyak yang tidak tahu apa itu SLF,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Senin (4/7).

Irvan menyatakan, DPRKPP berkonsentrasi pada bangunan tinggi di atas delapan lantai. Seperti apartemen, hotel, dan mal. Dengan tingginya bangunan itu, dinilai berpotensi rawan mengalami kerusakan struktur.

”Karena huniannya paling tinggi dan rawan kalau terjadi kebakaran, kalau terjadi kerusakan struktur dan sebagainya,” ujar Irvan Wahyudrajad.

Oleh sebab itu, Irvan mengimbau kepada para pemilik gedung di Kota Surabaya agar segera mengurus SLF. Hal itu sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

”Kami juga sudah mempermudah melalui desk-desk di kantor (DPRKPP) setiap hari. Juga mempercepat proses melalui Perwali yang tadinya 25 hari menjadi 12 hari,” terang Irvan.

Dia juga memastikan, tanda tangan atau penanggung jawab pengurusan SLF, tak harus melalui konsultan, melainkan bisa dilakukan pemilik bangunan gedung maupun pihak kontraktor.

”Tanda tangan tidak harus konsultan, bisa juga pemilik, kontraktor asal mau bertanggung jawab, entah dari sisi struktur atau proteksi kebakaran dan limbah, silakan tanda tangan,” papar Irvan Wahyudrajad.

Dia menyatakan, pemilik bangunan gedung dapat dikenai sanksi apabila belum memiliki SLF. Namun, sebelum diberikan sanksi, DPRKPP akan memberikan peringatan dahulu secara bertahap.

”Jadi, setelah teguran atau peringatan ketiga kali, ada bantuan penertiban. Kalau tidak diabaikan, kami segel dulu, baru kami lakukan penutupan,” ucap Irvan.

Irvan mengimbau kepada para pemilik bangunan gedung di Surabaya agar segera mengurus SLF. Apalagi, urus SLF lebih cepat setelah terbitnya Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 51 Tahun 2022 tentang perubahan atas Perwali Nomor 14 Tahun 2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung.

”Jadi, kalau misalnya tidak pakai konsultan, ya, cukup mengisi daftar saja. Kemudian, yang tanda tangan pemilik atau penanggung jawab sudah cukup,” ujar dia.

SLF adalah sertifikat yang diberikan pemerintah daerah atau pemerintah pusat untuk menyatakan kelaikan fungsi bangunan gedung sebelum bangunan gedung tersebut dimanfaatkan.

Terimakasih sudah membaca artikel DPRKPP Surabaya Peringatkan 2.740 Pemilik Gedung Tak Miliki SLF Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.