Ini yang Dikhawatirkan dari CFW Dukuh Atas! Anak Laki-laki di Bawah Umur Berpakaian Wanita, Wagub Riza Singgung Potensi LGBT

Artikel Ini yang Dikhawatirkan dari CFW Dukuh Atas! Anak Laki-laki di Bawah Umur Berpakaian Wanita, Wagub Riza Singgung Potensi LGBT di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca
Salah satu pengunjung CFW Dukuh Atas, seorang pria berpakaian wanita mengaku transpuan dari komunitas waria di DKI Jakarta/ Foto: Rizky Sulistio/ VOI

JAKARTA - Citayam Fashion Week (CFW) di kawasan Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat, mulai menampilkan busana tak wajar. Saat ini, marak anak remaja pria di bawah umur yang mengenakan pakaian wanita dan menggunakan zebra cross sebagai catwalk fashion.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyatakan, pihaknya khawatir dengan pergaulan anak remaja SCBD di kawasan Dukuh Atas yang mulai berperilaku menyimpang.

Adanya kebebasan berekspresi termasuk hal-hal negatif dikawatirkan akan terserap oleh para remaja yang berada di kawasan tersebut. Apalagi para remaja di bawah umur itu berada di ruang publik tanpa ada bimbingan dan pengawasan dari orang tua mereka.

"Itu juga yang menjadi kekhawatiran kita, ada anak-anak kita di bawah umur, SMP pria menggunakan menggunakan pakaian wanita. Ini kita hindari, mereka menggunakan pakaian wanita dengan bangganya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza kepada wartawan di lokasi, Sabtu, 23 Juli, malam.

Riza berjanji bahwa Pemprov DKI segera melakukan pembinaan, bimbingan dan edukasi secara persuasif kepada anak-anak remaja di kawasan Dukuh Atas.

"Ini mudah-mudahan secara bertahap kita akan lakukan pembinaan, bimbingan, edukasi secara persuasif agar anak-anak ini terjaga," ujarnya.

Pemprov DKI juga akan mengantisipasi adanya gejala perilaku penyimpangan seksual di ruang publik.

"Dari pergaulan bebas, yang tidak baik, dari potensi gejala LGBT kita hindari segera, akan kita atasi," tegasnya.

Dia pun berpesan kepada para orang tua yang memiliki anak remaja agar memperhatikan perilaku anak-anak mereka jika berada di rumah, mulai cara berpakaian dan perilaku lainnya.

"Kita akan lakukan penjangkauan terhadap mereka. Orang tua juga harus menjaga dengan baik jangan sampai anak-anak kita berpotensi perilaku seperti LGBT," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pemanfaatan ruang publik atau ruang interaksi warga di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat makin digandrungi kawula muda.

Kawasan ini menjadi viral di media sosial setelah dipenuhi oleh sejumlah remaja SCBD (Sudirman, Citayam, Bojonggede, Depok).

Mereka datang ke kawasan tersebut untuk beragam kepentingan dan aktivitas. Bahkan banyak yang membuat berbagai konten media sosial di area terbuka itu.

Meski demikian, pengawasan petugas terkait di ruang publik Dukuh Atas tepatnya di Jalan Tegal Parang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat masih lemah. Ruang publik yang jadi tempat ekspresi para warga mulai diwarnai dengan adanya motif lain.

Seiring perjalanan waktu, pemanfaatan zebra cross juga dimanfaatkan pihak lainnya untuk mempromosikan sesuatu.

Seperti ditemukan VOI pada CFW di zebra cross Jalan Tegal Parang, Kawasan Dukuh Atas, pada Selasa, 19 Juli, malam.

Malam itu, terlihat seorang pria menggunakan pakaian seksi milik wanita dan bergaya gemulai meliuk bak model peraga busana di zebra cross Jalan Tegal Parang, Kawasan Dukuh Atas.

Orang itu mengaku berasal dari salah satu komunitas waria. Dia sengaja datang ke kawasan SCBD Dukuh Atas karena tengah viral dan trending saat ini.

Aksinya pun berlangsung di tengah saat giat petugas Satpol PP dan Dishub yang memberikan imbauan penggunaan masker.

"Dengan adanya yang viral ini, kita harus jadi diri sendiri tetap show up jangan malu harus tetap berprestasi dengan gayanya sendiri," kata G, yang mengaku sebagai transpuan Indonesia itu.

Menanggapi kegiatan CFW yang dimanfaatkan komunitas lainnya, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi berharap, keberadaan ruang terbuka dapat dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan remaja SCBD yang positif. Semua masyarakat boleh menggunakan ruang terbuka Dukuh Atas, tapi tidak disalah gunakan untuk kepentingan tertentu seperti politik dan lainnya.

"Namanya waria (transpuan) itu sebenarnya di luar dari konteks Citayam Fashion Week (CFW) kan gitu. Kalau bisa jangan dimanfaatkan untuk hal demikian. Iya, pasti ada dampak. Buat hal yang kreatif dan inovatif," kata Irwandi saat dikonfirmasi VOI, Jumat, 22 Juli.

Sementara, Polres Metro Jakarta Pusat juga akan melakukan penyelidikan terkait adanya informasi ajang peragaan busana wanita yang dilakukan transpuan di Citayem Fashion Week (CFW) Jalan Tegal Parang, Kawasan Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Nanti kita dalami, nanti kita kordinasi dengan Polsek setempat," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Gunarto saat dikonfirmasi VOI, Jumat, 22 Juli.

 

Terimakasih sudah membaca artikel Ini yang Dikhawatirkan dari CFW Dukuh Atas! Anak Laki-laki di Bawah Umur Berpakaian Wanita, Wagub Riza Singgung Potensi LGBT Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.