Kenaikan Harga Cabai Rawit Dorong Manado Alami Inflasi 0,85 Persen

Artikel Kenaikan Harga Cabai Rawit Dorong Manado Alami Inflasi 0,85 Persen di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca
Ilustrasi (Foto: Dok Antara)

MANADO - Naiknya harga cabai rawit hingga menjadi Rp100.000 per kilogram (kg) mendorong Kota Manado mengalami inflasi sebesar 0,85 persen.

"Penyumbang Inflasi terbesar pada bulan Juni 2022 yaitu cabai rawit sebesar 0,4257 persen," kata Kepala BPS Sulut Asim Saputra dikutip dari Antara, Jumat 1 Juli.

Dia mengatakan, sedangkan penyumbang deflasi terbesar adalah angkutan udara sebesar 0,0315 persen.

Pada bulan Juni 2022, kata Asim, Kota Manado mengalami Inflasi sebesar 0,85 persen karena adanya peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,17 di Mei 2022 menjadi 111,11 pada Juni 2022.

Dari sebelas kelompok pengeluaran di Kota Manado, delapan kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,65 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,68 persen.

Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,19 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,18 persen, kelompok rekreasi, olah raga dan budaya sebesar 0,14 persen

Ia menjelaskan kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,09 persen dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,02 persen.

Satu kelompok mengalami penurunan indeks yaitu kelompok transportasi sebesar 0,26 persen, sedangkan sisa dua kelompok lainnya, yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan dan kelompok pendidikan cenderung stagnan.

Kondisi bulan Juni 2022 Kota Manado mengalami inflasi secara tahun kalender sebesar 2,35 persen dan inflasi year on year sebesar 3,49 persen.

Dari 90 kota pantauan IHK nasional, 85 kota mengalami inflasi dan lima kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 2,72 persen dan terendah di Kota Pontianak sebesar 0,07 persen.

Deflasi tertinggi terjadi di Kota Kendari sebesar 0,61 persen dan terendah di Kota Tanjung Pandan sebesar 0,03 persen. Kota Manado menempati urutan ke-6 inflasi di Pulau Sulawesi dan urutan ke-35 secara nasional.

Terimakasih sudah membaca artikel Kenaikan Harga Cabai Rawit Dorong Manado Alami Inflasi 0,85 Persen Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.