Mekanisme Kelas Rawat Inap Standar Ditarget Bisa Ujicoba Tahun ini

Artikel Mekanisme Kelas Rawat Inap Standar Ditarget Bisa Ujicoba Tahun ini di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com – Layanan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan bakal dibuat tanpa kelas. Artinya pada 2024 nanti, layanan kelas 1-3 selama ini bakal dihapus atau tertuang dalam program Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti membenarkan soal rencana itu, akan tetapi kebijakan tersebut masih akan diuji coba. “Itu kan masih dalam perumusan. Uji cobanya seperti apa,” tegas Ali kepada wartawan dalam konferensi pers, Selasa (5/7).

Selama ini, peserta BPJS mendapatkan layanan kamar perawatan kelas 1-3 dengan disesuaikan besaran iuran bulanan. Iuran paling besar yakni Rp 150 ribu untuk kelas 1.

Dia menjelaskan, saat ini program KRIS masih akan diuji coba di 5 RS di Indonesia yakni di Solo dan Semarang. Uji coba dilakukan untuk melihat kesiapan RS mengubah fasilitas mereka dari fasilitas fisik hingga fasilitas nonfisik yang diperlukan pasien.

“Kami harus lihat dulu, obatnya, perawatannya, harus ada dokternya enggak. Apakah hanya fisik dari segi jumlah tempat tidur ideal satu ruangan, partisi batas tempat tidur, ventilasi, jarak, kamar mandi. Lalu apakah juga yang nonfisik seperti obat yang seringkali tak tersedia,” kata Ali.

Ia memastikan uji coba penghapusan kelas akan dilakukan tahun ini. Namun Ali belum dapat memastikan kapan waktu pasti uji coba akan dilakukan.

“Kalau sudah selesai, harus jelas. Uji coba proyeksi tahun ini, semakin cepat semakin baik. Pasti tahun ini. Setelah itu nanti kan laporan kepada DPR,” ungkapnya.

Ia meminta masyarakat untuk tidak panik menanggapi isu ini. Ia juga meminta masyarakat tak terpancing informasi yang salah di media sosial.

“Tak perlu gaduh dan ribut. Semuanya tunggu dulu, ini harus dilakukan lebih komprehensif dan hati-hati, lebih menyeluruh. Bagaimana kesiapan RS di daerah, swasta maupun RSUD,” ungkapnya.

Bukan Tutupi Defisit

Ali memastikan rencana penghapusan kelas ditujukan untuk meningkatkan mutu, bukan untuk menutup defisit. Pasalnya menurutnya, berdasarkan laporan keuangan pada 2021, BPJS Kesehatan justru mengalami surplus.

“Maka bukan untuk menutupi defisit. Ini tak relevan karena kami sudah tak defisit,” ungkapnya.

Pada intinya, kata dia, soal rencana penghapusan kelas atau KRIS perlu dibicarakan dengan duduk bersama dan dirumuskan kembali. Pasalnya RS harus memperbaiki fasilitas rawat inapnya sesuai kriteria,

“Harus ada perumusan kembali tentang tujuan, apa definisinya, seperti apa dan bagaimana kriterianya. Masih perlu waktu perumusan. Alon-alon tetapi komprehensif. Ini harus hati-hati tak tergesa-gesa, perlu komprehensif dan lebih baik,” tutupnya.

Terimakasih sudah membaca artikel Mekanisme Kelas Rawat Inap Standar Ditarget Bisa Ujicoba Tahun ini Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.