Menikah Empat Kali, Istri Terakhir Malah Dibunuh

Artikel Menikah Empat Kali, Istri Terakhir Malah Dibunuh di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com- Asyif Zunaedi (AZ) alias Junaedi ini terbilang bukan pemuda biasa. Betapa tidak. Usianya masih 37 tahun.  Tapi, generasi milenial asal Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, itu ternyata sudah menikah empat kali. Tiga kali nikah resmi, lalu bercerai. Satu kali nikah siri.

Pernikahan terakhir secara siri itu tidak lain dengan Suwarsih, 37, warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Tiga tahun lalu, perempuan yang bekerja di sebuah pabrik sepatu di Tulangan ini bercerai dengan suami pertamanya. Lalu, memadu asmara dengan AZ.

Bukannya banyak belajar setelah kandas berumah tangga sebanyak tiga kali, AZ malah membunuh istri sirinya itu dengan secara sadis, pada Sabtu (16/7) malam.  Tidak hanya dibunuh, sejumlah barang milik sang istri juga dibawa kabur. Di antaranya, ATM dan handphone.

Saat diajak berdialog dengan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, AZ mengaku sudah menikahi Suwarsih selama dua tahun. Selama itu pula, dia tidak memiliki anak. AZ menyebut dirinya bekerja sebagai driver. Sebelumnya, dia juga mengaku pernah bekerja sebagai kontributor di sebuah media online. Wilayah kerjanya di Pasuruan.

Namun, tidak jelas asal medianya. Bisa jadi hanya mengaku-ngaku wartawan atau abal-abal. ‘’Pelaku ini pencemburu terhadap istri sirinya, sering cekcok, sehingga terjadi kejadian tersebut,’’ kata Kusumo dalam press rilis di Mapolresta Sidoarjo, Sabtu (23/7).

Saat digelandang petugas dari tahanan, wajah AZ kerap menundukkan kepala. Berbaju dan bercelana tahanan. Dua tangannya diborgol ke belakangan. Sepintas wajahnya memang cukup tampan. Dengan arah sisir rambut ke kanan. Ketika ditanya Kapolresta, suara AZ tampak berat. Kedua matanya terlihat berair. Namun, di balik itu, kerap memuntahkan api emosi.

Cara menghabisi korban, terbilang sadis. Kusumo menjelaskan, tubuh Suwarsih dibanting. Kepala korban pun terbentur lantai. Darah pun keluar. Dari mulut, hidung dan telinga.

Tidak cukup itu, korban kemudian diseret dari ruang tamu ke dalam kamar. Nah, di kamar korban kemudian dicekik dan dibekap dengan bantal hingga ibu beranak satu itu menghembuskan nafas.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Sugihwaras, digemparkan dengan penemuan mayat Suwarsih pada Senin (18/7) pagi. Artinya, penemuan mayat Suwarsih itu sudah hampir tiga hari berselang. Sebab, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Sabtu malam (16/7).

Setelah melakukan penyelidikan dan pendalaman, jajaran Polresta Sidoarjo berhasil membekuk AZ. Nama pelaku itu juga seperti dugaan warga dan keluarga korban. ‘’Pelaku ditangkap ketika sedang istirahat di serambi masjid di Jogokariyan, Jogjakarta pada Jumat kemarin (17/8),’’ kata Kusumo.

Karena tindak pidana itu, AZ dijerat pasal berlapis. Yakni, Pasal 338 KUHP,  dengan sengaja merampas nyawa orang lain (pembunuhan), dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara; Pasal 365 ayat (3) KUHP, pencurian dengan kekerasan berakibat korban meninggal dunia, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun, atau Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan berakibat korban meninggal dunia, dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun penjara.

Ungkap kasus perkara pembunuhan oleh jajaran Polresta Sidarjo kali ini terbilang luar biasa. Betapa tidak, sebelum peristiwa berdarah di Desa Sugiwaras itu, polisi juga dengan cepat berhasil menangkap pelaku pembunuhan di Musala Muhajirin, Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, pada 14 Juli. Artinya, hanya berselang dua hari. Namun, tidak sampai sepuluh, dua kasus yang mendapat atensi luas itu berhasil terungkap.

Terimakasih sudah membaca artikel Menikah Empat Kali, Istri Terakhir Malah Dibunuh Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.