Pembunuhan di Sidoarjo, Korban Asal Lamongan Itu Mau Menikah

Artikel Pembunuhan di Sidoarjo, Korban Asal Lamongan Itu Mau Menikah di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com- Kasus pembunuhan di Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, sungguh membuat pilu bagi keluarga korban. Betapa tidak, Wahib Adi Saputro, yang meninggal terbunuh itu sejatinya tidak lama lagi hendak melangsungkan pernikahan. Tapi, rencana hari bahagia itu berganti dengan duka.

Menurut Kapolresta Sidoarjo Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro, korban yang asal Lamongan itu bekerja di Gresik. Saat itu, korban mengantarkan calon istrinya ke rumahnya di wilayah Sukodono. Sebelum kejadian, korban sempat mengirimkan pesan kepada calon istrinya jika sedang tidak enak badan.

Karena itu, lanjut Kusumo, korban memilih beristirahat lebih dulu di lokasi kejadian sebelum pulang. Yakni, di teras Musala Muhajirin, Desa Ngaresrejo, Sukodono. Ternyata, takdir menentukan lain. Wahib menjadi korban pembunuhan karena pelaku ingin mencuri kendaraannya.

Akibat peristiwa tersebut, pihak keluarga korban dan keluarga dari calon istri korban sangat terpukul. ’’Karena informasinya, korban itu tiga sampai empat bulan lagi akan menikah,” beber Kusumo seperti dikutip Jawa Pos Radar Sidoarjo, Jumat (15/7).

Menurut Kusumo, pelaku pembunuhan dijerat Pasal 339 KUHP dengan hukuman penjara paling lama 20 tahun atau paling berat seumur hidup. Selain itu, ditambah Pasal 365 Ayat (3) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian. Ancaman pidananya penjara paling lama 15 tahun.

Sebelumnya, warga Ngaresrejo, Sukodono, Sidoarjo, Kamis (14/7) pagi dikagetkan dengan penemuan mayat seorang pemuda. Korban terlihat bersimbah darah di teras Musala Muhajirin. Tidak ada satu pun warga sekitar yang mengenali mayat tersebut.

Saiful Bahri, seorang saksi, menceritakan bahwa pagi itu dirinya hendak azan dan menyiapkan musala untuk salat Subuh berjemaah. Pukul 04.15 WIB, dia melihat pria tergeletak di teras. Ipung, sapaan akrabnya, membiarkan pria itu dan mulai menyalakan lampu. ’’Saya pikir istirahat soalnya biasanya pagi, siang, dan malam ada orang istirahat di sana,’’ ujarnya.

Tidak lama kemudian, berangsur-angsur jemaah datang setelah azan Subuh berkumandang. Beberapa warga hanya melihat dengan curiga ke arah pria yang telentang di sana. Alhasil, setelah salat, Ipung mencoba untuk membangunkan pria tersebut. Alangkah terkejutnya Ipung dan jemaah lain ketika melihat darah yang mengucur dari belakang kepala setelah digoyangkan. Salah seorang jemaah langsung menghubungi perangkat desa setempat dan Polsek Sukodono.

Mendapat laporan kasus pembunuhan itu, jajaran Polresta Sidoarjo bergerak cepat. Kurang daei 24 jam, tim Satreskrim berhasil membekuk pelaku pembunuhan Yoga Wicaksono, 29, warga Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul, Trenggalek.

Pelaku berhasil ditangkap di Jalan Raya Dusun Sukorejo, Panggul, Trenggalek, pada Kamis, sekitar pukul 20.00 WIB. Saat hendak ditangkap, pelaku sempat melawan. Namun, saat hendak ditangkap, pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis pisau. Karena itu, petugas pun memberikan tembakan peringatan ke udara.

Tembakan peringatan itu tak digubris. Pelaku terus melawan hingga mengancam keselamatan petugas. Akhirnya, polisi menembak betis kanan pelaku. Timah panas pun bersarang di kaki kanan dan pelaku tersungkur.  Seusai dilumpuhkan, pelaku dibawa ke Mapolresta Sidoarjo berserta sejumlah barang bukti. Di antaranya, motor dan HP milik korban.

Terimakasih sudah membaca artikel Pembunuhan di Sidoarjo, Korban Asal Lamongan Itu Mau Menikah Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.