Surabaya Potong 4.600 Hewan Kurban

Artikel Surabaya Potong 4.600 Hewan Kurban di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com – Warga Surabaya menyambut Hari Raya Idul Adha 1443 H dengan sukacita Minggu (10/7). Kegembiraan itu terwujud dengan banyaknya hewan yang dikurbankan. Jumlahnya lebih dari 4.600 ekor hewan. Mulai sapi, kambing, hingga domba.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya Antiek Sugiharti menyampaikan, jumlah itu terekam hingga siang. Dia memastikan jumlahnya lebih dari 4.600 ekor hewan kurban. ”Belum semua data masuk. Jumlahnya bisa lebih dari itu,’’ jelas Antiek.

Apalagi masih ada waktu tiga hari untuk bisa memotong hewan kurban. Yaitu, Hari Tasyrik pada 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Pemkot Surabaya juga menyalurkan 59 ekor hewan kurban. Terdiri atas 45 ekor sapi dan 14 kambing. Hewan itu disebar ke masjid-masjid di Surabaya. Khususnya ke masjid yang kekurangan hewan kurban. Jumlahnya disesuaikan dengan permohonan yang masuk.

”Banyak pengurus masjid yang lapor hanya punya satu atau dua ekor kambing. Jumlahnya sedikit dibandingkan banyaknya warga sekitar,’’ jelas Wali Kota Eri Cahyadi setelah menunaikan salat Idul Adha di Taman Surya.

Pemkot mengeluarkan aturan berupa surat edaran (SE) wali kota terkait pedoman penyembelihan hewan kurban. Di antaranya, melarang warga membuang dan mencuci jeroan atau limbah hewan kurban di sungai dan selokan. Tujuannya, mencegah pencemaran lingkungan.

Untuk memastikan hal itu, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) melakukan patroli di sepanjang Kalimas kemarin. Hasilnya, ditemukan sejumlah warga yang kedapatan membuang dan mencuci jeroan. Bahkan, ada yang membuang sampah rumen hewan kurban ke sungai.

Kedatangan petugas itu kontan membuat warga kaget dan menghentikan aktivitasnya. ”Tolong jangan mencuci jeroan di sini. Peraturan wali kota tidak membolehkan,’’ kata Kepala BPBD Surabaya Ridwan Mubarun.

Sementara itu, masyarakat sangat antusias menunaikan salat Idul Adha. Itu terlihat di berbagai tempat yang menggelar salat Id. Jumlah jemaah membeludak.

Salah satunya terlihat di Masjid Al Akbar Surabaya. Di sana jemaah diperkirakan mencapai 30 ribu orang. Semua sisi masjid terisi penuh. Bahkan meluber hingga ke halaman masjid. ”Jumlahnya melebihi saat Idul Fitri kemarin,’’ jelas Humas Masjid Al Akbar Helmy M. Noor.

Selain di masjid-masjid, warga juga menggelar salat Idul Adha di gang-gang perkampungan. Salah satunya di Gang Kedondong Kidul II, Tegalsari. Lebar gang itu hanya 2 meter. Meski berada di gang sempit, warga tetap khusyuk menunaikan salat Idul Adha.

Banyak Makan Daging, Imbangi dengan Sayur dan Buah

Hari Raya Idul Adha identik dengan aneka makanan daging dan berlemak. Namun, kelezatan makanan tersebut tentu dapat memicu kolesterol tinggi. Meski begitu, ada beberapa tips yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah kolesterol.

Ahli gizi Universitas Airlangga (Unair) Lailatul Muniroh SKM MKes mengatakan, memakan daging berlemak secara berlebihan selama Idul Adha berpotensi meningkatkan kolesterol pada darah. Karena itu, perlu dilakukan langkah preventif untuk menurunkan kolesterol.

”Salah satunya, memperbanyak konsumsi buah dan sayur,” katanya kepada Jawa Pos kemarin.

Menurut dia, buah dan sayur memiliki serat yang tinggi. Hal itu dapat membantu mengurangi kadar kolesterol yang tinggi. Contohnya, pisang, apel, stroberi, pir, wortel, jeruk, dan brokoli. ”Serat yang tinggi dapat melarutkan kolesterol jahat,” ujarnya.

Lailatul menambahkan, konsumsi makanan dengan serat tinggi sangat dianjurkan bagi masyarakat yang memakan banyak daging berlemak. Sayur jenis kacang-kacangan memiliki banyak kandungan serat larut. Misalnya, kacang polong dan buncis.

”Kacang-kacangan yang rendah lemak juga bagus mengurangi kadar kolesterol yang jahat. Bisa makan almon,” kata dia.

Selain itu, masyarakat bisa melakukan langkah-langkah preventif. Salah satunya, memilih makanan rendah lemak. Contohnya, ayam, ikan, daging sapi tanpa lemak, tahu, tempe, telur, dan lainnya.

”Kurangi mengolah makanan dengan menggoreng makanan pakai minyak goreng,” ujarnya.

Lailatul menuturkan, makan daging pada saat merayakan Idul Adha memang sulit dihindari. Karena itu, setelah mengonsumsi daging-daging berlemak, sebaiknya masyarakat mulai mengatur pola makan dan hidup sehat. Mulai mengurangi makanan tinggi lemak jenuh dan cepat saji.

”Saat menggoreng, bisa mengganti minyak goreng dengan minyak zaitun,” imbuhnya.

Nah, langkah selanjutnya, upayakan mengganti sarapan dengan oatmeal. Sebab, oatmeal memiliki kandungan nutrisi sekaligus sumber serat larut. Jadi, dapat menurunkan kadar kolesterol. Selain itu, oatmeal juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

”Olahraga juga sangat membantu mengurangi kolesterol,” katanya.

Terimakasih sudah membaca artikel Surabaya Potong 4.600 Hewan Kurban Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.