Modal Rp1,5 Juta Buat Beli Atribut Kepolisian, Pria di Jakut Berhasil Tipu Korbannya Hingga Ratusan Juta

Artikel Modal Rp1,5 Juta Buat Beli Atribut Kepolisian, Pria di Jakut Berhasil Tipu Korbannya Hingga Ratusan Juta di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca
Ilusttasi Foto: Antara

JAKARTA - Polisi gadungan berinisial I yang melakukan penipuan seolah-olah menjual mobil terinspirasi dari profesi petugas patroli dan pengawalan (patwal) kementerian di gedung DPR RI.

"Dulu waktu jadi sopir di DPR, saya pernah kenal (tahu) polisi patwal," kata I kepada wartawan di Jakarta Utara, Senin, 15 Agustus.

Tak cukup sekadar tahu, I pun mencoba meniru penampilan polisi tersebut. Dia membeli barang-barang yang dibutuhkan agar memiliki penampilan mirip petugas patroli pengawalan kementerian, mulai dari helm, seragam polisi lalu lintas, jaket hijau, sepatu pakaian dinas harian (pdh) hingga pistol untuk hiasan di saku yang mirip seperti aslinya.

I menghabiskan modal jutaan rupiah untuk meniru penampilan polisi. Jaket hijau patwal dibeli seharga Rp800 ribu. Helm polisi, seragam hingga sepatu pdh pun harganya mencapai jutaan rupiah. Apalagi pistol, dimana senjata jenis 'air softgun' itu juga dipesan secara khusus, namun harganya tidak diungkap.

Menurut I, dia tidak pernah bercita-cita menjadi polisi sebelumnya.

"Baru kepikiran," kata dia.

Walau begitu, I sangat totalitas dan royal dalam memenuhi ekspektasi terkait barang-barang yang dibutuhkan untuk meniru penampilan polisi patwal.

Untuk memenuhi ekspektasi itu, I mengaku mengeluarkan uang pribadi mencapai Rp1,5 juta, di luar harga membeli senjata tiruan (air softgun).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Polisi Febri Isman Jaya mengatakan status I saat ini adalah tidak bekerja, namun wiraswasta. Uang yang diperoleh dari hasil menipu senilai Rp506 juta sudah dipakai hingga tidak bersisa.

Menurut I, uang tersebut dipakai untuk memodali proyek tertentu. Namun dia tidak menyebutkan proyek apa yang dimaksud.

Saat ditanyai wartawan apakah I pernah bekerja di DPR sebagai sopir, Febri menjawab bahwa pekerjaan itu dilakukan serabutan.

"Iya. Jadi serabutan itu. Kalau ditanya kerjanya, enggak ada kerja. (Wira)swasta saja," kata Febri.

Febri menjelaskan berdasarkan informasi sementara, atribut kepolisian yang dibeli I sudah setahun. Atribut-atribut tersebut menurut I juga tidak digunakan untuk menipu korbannya di Jakarta Utara.

"Adapun uang yang diperoleh dari hasil menipu dipakai foya-foya," kata Febri.

Kejadian penipuan, kata Febri, ketika korban berkomunikasi dengan I, dan melakukan transfer dana sebesar Rp506 juta karena akan dijanjikan satu unit mobil, salah satunya Alphard dan Fortuner.

"Dan sampai saat ditagih-tagih terus oleh korban, dari tersangka kemudian menghindar-menghindar. Karena itu korban melakukan pelaporan ke Polres Metro Jakarta Utara," kata Febri.

Terimakasih sudah membaca artikel Modal Rp1,5 Juta Buat Beli Atribut Kepolisian, Pria di Jakut Berhasil Tipu Korbannya Hingga Ratusan Juta Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.