Tak Terima Tudingan Rusia, Ukraina Bantah Bunuh Tentara di Penjara

Artikel Tak Terima Tudingan Rusia, Ukraina Bantah Bunuh Tentara di Penjara di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com – Ukraina menolak tudingan Rusia terkait kematian puluhan pasukan di kamp penjara milik Rusia. Rusia menuding Ukraina telah membunuh pasukannya sendiri. Menurut Ukraina tudingan itu tak masuk akal.

Ukraina meminta organisasi global termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Komite Internasional Palang Merah untuk segera menyelidiki ledakan yang menghancurkan sebuah kamp penjara Rusia yang menahan puluhan tentara Ukraina. Ukraina melawan narasi resmi Rusia bahwa Ukraina telah menggunakan senjata presisi buatan Amerika untuk menyerang penjara dan membunuh pejuang mereka sendiri. Pejabat Ukraina mengatakan tudingan membunuh tentara mereka sendiri tidak masuk akal.

“Itu adalah kejahatan perang Rusia yang disengaja, pembunuhan massal yang disengaja terhadap tawanan perang Ukraina,” kata Presiden Volodymyr Zelensky dalam pidato malam.

Palang Merah mengawasi penyerahan sekitar 2.500 tentara Ukraina ketika mereka meletakkan senjata mereka di pabrik baja pada bulan Mei. Banyak yang dibawa ke fasilitas yang menjadi lokasi ledakan. Palang Merah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah meminta akses ke lokasi serangan dan berhubungan dengan keluarga tentara yang dipenjara di sana.

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan bahwa yang terluka menerima perawatan yang menyelamatkan jiwa dan bahwa jenazah mereka yang kehilangan nyawa ditangani dengan cara yang bermartabat,” kata badan tersebut.

Pejabat tinggi kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell Fontelles,  mengatakan setiap hari Rusia melanjutkan perang agresi yang tidak sah dan tidak dapat dibenarkan. Tindakan itu membawa kekejaman yang mengerikan.

Dia mengatakan baru-baru ini muncul video seorang tentara Rusia mengebiri seorang tawanan perang Ukraina. Itu adalah bukti pelanggaran Rusia terhadap hukum internasional. “Tindakan biadab dan tidak manusiawi ini merupakan pelanggaran berat terhadap Konvensi Jenewa dan protokol tambahannya, dan merupakan kejahatan perang,” kata Zelensky.

Terimakasih sudah membaca artikel Tak Terima Tudingan Rusia, Ukraina Bantah Bunuh Tentara di Penjara Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.