Waktu Masih SD, Belum Bisa Tidur kalau Belum Beraktivitas Fisik

Artikel Waktu Masih SD, Belum Bisa Tidur kalau Belum Beraktivitas Fisik di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com-Ketika Arkhan Kaka lahir pada 2007, Purwanto Suwondo tak pernah berpikir bahwa suatu saat sang anak bisa mengharumkan nama bangsa lewat sepak bola. Sebab, awalnya, Purwanto memang tak terobsesi agar Arkhan meneruskan profesinya sebagai pesepak bola.

—-Rizka Perdana Putra, Sleman—-

Ya, Purwanto Suwondo memang tak pernah memaksa anaknya, Arkhan Kaka, untuk menjadi pemain sepak bola.

Namun, buah memang tak pernah jatuh jauh dari pohonnya.

Profesi sang ayah rupanya menjadi obsesi masa kecil Arkhan. Buktinya, sejak menginjak sekolah dasar, Arkhan punya satu kebiasaan unik. Yakni, tidak bisa tidur jika belum bermain sepak bola.

’’Jadi, waktu kecil Arkhan punya kelebihan. Tenaganya over. Dia tidak bisa tidur kalau belum beraktivitas fisik. Akhirnya saya arahkan untuk berolahraga, menendang bola,’’ kata Purwanto.

Dari situ, kisah Arkhan di dunia sepak bola dimulai. Kebetulan, sang ayah punya sekolah sepak bola (SSB) bernama Mitra Tunas Muda di Blitar.

Atas keinginan sendiri, Arkhan bergabung dengan SSB yang mayoritas anggotanya adalah anak yatim piatu itu.

Selain berlatih di SSB, Arkhan sering bermain dan berlatih secara mandiri. Total bisa sampai tiga kali sehari.

’’Ketika SD latihan tiga kali sehari. Sebelum sekolah dia olahraga, lalu mandi, makan, berangkat. Sepulang sekolah lari-lari lagi sebentar, kan ada lapangan di dekat rumah. Sore lanjut lagi. Bulan puasa pun masih begitu,’’ kenang Purwanto.

Keinginan untuk terus berlatih itu akhirnya mengasah bakat Arkhan. Setelah di SSB Mitra Tunas Muda, penyerang kelahiran 2 September 2007 itu bergabung dengan tim junior PSBK Kota Blitar.

Saat itu, Arkhan terus mengasah bakatnya untuk menjadi striker. Bukan atas keinginan sang ayah, tapi atas keinginan sendiri lagi.

’’Saya kasih video YouTube, pemain bermacam-macam. Saya tanya dia ingin jadi apa. Dia jawab penyerang. Jadi saya tidak menyuruh, dia (Arkhan) punya langkah sendiri,’’ ujar Purwanto yang pada masa jayanya pernah membela timnas di SEA Games 2001 dan 2003.

Meski memberi kebebasan, Purwanto punya pesan penting untuk Arkhan. Segala pilihan yang sudah dibuat harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Kesungguhan itu akhirnya membawa Arkhan masuk skuad timnas U-16 dan bisa meraih trofi AFF U-16.

’’Saya juga bilang ke dia, ’Kamu jangan berpikir sebagai anaknya mantan pemain sepak bola nasional. Kamu harus berpikir kamu adalah Arkhan’. Saya hanya sebagai orang tua yang mengarahkan,’’ imbuh pria 45 tahun itu.

Terimakasih sudah membaca artikel Waktu Masih SD, Belum Bisa Tidur kalau Belum Beraktivitas Fisik Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.