Dramatis, Dikawal 5 Petugas, Tahanan Kakap Kasus Rokok Ilegal Kabur

Artikel Dramatis, Dikawal 5 Petugas, Tahanan Kakap Kasus Rokok Ilegal Kabur di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com- Seorang tahanan kasus rokok ilegal kelas kakap di Tuban, Jawa Timur, kabur pada Sabtu (10/9) lalu. Dia adalah Abdul Syukur. Proses pelarian warga Kudus, Jawa Tengah, itu terbilang dramatis. Hingga saat ini, polisi belum berhasil membekuk pelaku bisnis rokok ilegal kelas kakap itu.

Ceritanya, petugas membawas Syukur ke RSUD dr R. Koesma Tuban, sekitar pukul 13.30 WIB. Tujuannya, dilakukan tes swab PCR dan pelengkap surat keterangan sehat sebelum dititipkan ke Lapas Kelas II-B Tuban. Syukur yang merupakan tahanan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Bojonegoro itu disebut mendapat pengawalan lima petugas.

Nah, setiba di RSUD, Syukur masih di dalam mobil. Kunci mobil Avanza silver bernopol S 1087 BO yang membawa Syukur masih menancap. Tangan Syukur masih terborgol. Entah bagaimana ceritanya, mungkin petugas pengawal lengah, tiba-tiba Syukur berhasil mengemudikan mobil tersebut. Syukur kabur.

Ketika kabur, mobil yang dikemudikan sempat menyeruduk dua mobil yang sedang parkir di halaman RSUD. Yakni, Toyota Innova BK 1912 UW dan Fortuner AG 1223 EX. Kedua mobil itupun ringsek.

Petugas pun gagal memburunya. Namun, pada hari itu, sekitar pukul 14.30 WIB, mobil yang dibawa kabur Syukur ditemukan. Kendaraan MPV itu ditinggalkan di sebuah tegalan tepi jalan Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Tuban. Berjarak sekitar 10 kilometer di selatan RSUD dr R. Koesma.

Saat ditemukan, sebagian besar kaca mobil dalam kondisi remuk. Bodi kiri depan ringsek. Di dalam mobil ada uang sekitar Rp 2 juta dan beberapa dokumen penting.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kasatreskrim Polres Tuban AKP M. Gananta memastikan mobil Avanza silver tersebut merupakan kendaraan milik petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Bojonegoro. Kendaraa itulah yang dirampas dan dibawa kabur Syukur.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Bea Cukai Bojonegoro Frederick Yunianto menerangkan, pencarian terhadap Syukur terus dilakukan. Hingga kemarin siang (11/9), belum membuahkan hasil. ‘’Bersama teman-teman Polres Tuban, kami berusaha memaksimalkan pencarian,’’ ujarnya.

Frederick optimistis, pihaknya akan bisa menangkap kembali Syukur. Dia memerkirakan posisi yang bersangkutan sekarang masih berasa di sekitar Kecamatan Merakurak. Wilayah tersebut merupakan lokasi terakhir posisinya terlacak.

Syukur merupakan tahanan institusinya dalam perkara rokok ilegal. Pria asal Kudus, Jawa Tengah tersebut tertangkap pada Juni 2022 lalu, di Kecamatan Bancar, Tuban. Yang bersangkutan mengotaki industri dan distribusi rokok bodong atau ilegal. Barang bukti yang disita dari tangan Syukur hampir satu juta batang rokok tanpa cukai.

‘’Kerugian negara akibat produksi dan peredaran rokok ilegal tersebut sekitar Rp 400 juta sampai Rp 500 juta,’’ tegasnya.

Frederick menyebut pria kelahiran 1986 tersebut merupakan pebisnis rokok ilegal kakap. Sebelumnya, Syukur juga pernah ditahan karena kejahatan serupa di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Kudus.

Dalam perkara sekarang dan sebelumnya, Syukur dijerat Pasal 56 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Hukuman minimalnya satu tahun penjaran dan maksimal lima tahun penjara. Adapun pengembalian kerugian negara yang harus dibayar Syukur, besarnya dua hingga 10 kali lipat dari total nilai cukai rokok yang diakali.

Terimakasih sudah membaca artikel Dramatis, Dikawal 5 Petugas, Tahanan Kakap Kasus Rokok Ilegal Kabur Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.