Jatim Bakal Ekspor Produk Makanan ke Saudi Arabia

Artikel Jatim Bakal Ekspor Produk Makanan ke Saudi Arabia di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com–Upaya memperluas akses pasar perdagangan ekspor bagi pelaku usaha di Jawa Timur masih dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Senin (28/11), Gubernur Khofifah memimpin misi dagang dengan pelaku usaha di Riyadh, Arab Saudi.

Gubernur Khofifah mengatakan, misi dagang di Riyadh adalah kegiatan strategis yang diharapkan menarik investasi serta meningkatkan ekspor berbagai komoditas unggulan dari Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan pasar perdagangan di Arab Saudi.

”Misi dagang Jatim di Riyadh ini, hampir semua produk yang ditawarkan telah mencatatkan transaksi  dan mendapatkan mitra  distributor. Komitmen investasi juga kita peroleh. Alhamdulillah ada permintaan untuk business trip ke Jatim agar mengenal potensi dan peluang lebih konkret setidaknya dalam satu setengah sampai dua bulan ke depan,” papar Gubernur Khofifah.

Gubernur mengatakan, ada komoditas Jatim yang potensial mengisi pasar Saudi Arabia khususnya berbagai produk makanan minuman industri kecil menengah. Dia optimistis misi dagang di Riyadh akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menyampaikan pertumbuhan ekonomi Jatim terus menunjukkan peningkatan signifikan. Iklim usaha yang kondusif mendorong investasi terus tumbuh di Jawa Timur.

Di Jatim saat ini juga telah ada tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ada KEK JIIPE di Gresik, KEK bidang IT di Malang, dan juga Kawasan Industri Halal di Sidoarjo. Gubernur berharap dengan potensi kuat Jatim bisa meyakinkan pelaku usaha di Arab Saudi untuk memperkuat hubungan perdagangan dengan Jatim.

Gubernur Khofifah mengatakan, saat ini Saudi Arabia tercatat sebagai negara kedua terbesar tujuan utama ekspor Jatim ke wilayah Timur Tengah setelah Uni Emirat Arab. Nilai ekspor produk Jatim ke Arab Saudi periode Januari-Juli mencapai USD 97,98 juta. Sedangkan nilai impor Arab Saudi ke Jatim dalam periode yang sama mencapai USD 49,41 Juta. Sehingga surplus perdagangan Jatim ke Arab Saudi mencapai USD 48,58 juta.

”Ada berbagai macam komoditas yang kita sudah rutin kirim ke Arab Saudi. Tiga tujuan utamanya adalah Jeddah, Dammam, dan Riyadh. Olahan ikan sarden, cengkeh, arang kayu, kopi robusta bahkan MSG banyak kita kirim ke sini. Untuk olahan sarden saja bahkan kontribusinya mencapai 35,65 persen dari total ekspor ke Arab Saudi,” terang Khofifah.

Jawa Timur juga tercatat masih bergantung impor dari Arab Saudi untuk beberapa item yaitu polyproylene, metanol, polimer etilen, kurma, kulit domba, kain nonwoven, kasa, cat dari bahan akrilik atau vinyl, hingga malam artifisial. Selain komoditas yang sudah rutin tersebut, Gubernur Khofifah juga menyebut masih banyak potensi komoditas lain yang bisa ditingkatkan kedua wilayah. Di antaranya adalah alas kaki olahraga, kapulaga, hingga katoda.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad menyampaikan dukungan penuh atas Misi Dagang Jatim-Arab Saudi. Dia berharap agar kedatangan Gubernur Khofifah bisa meningkatkan ekspor Indonesia ke Arab Saudi.

”Kami siap memberikan fasilitas dan dukungan penuh demi kelancaran hubungan perdagangan antara Jatim dengan Riyadh secara khusus dan Indonesia secara umum. Ini adalah program yang sangat baik untuk membuka jalan bagi para pelaku usaha ekspor Jatim untuk dapat mengakses pasar di Riyadh Arab Saudi,” papar Abdul Aziz Ahmad.

Terimakasih sudah membaca artikel Jatim Bakal Ekspor Produk Makanan ke Saudi Arabia Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.