Bila Belum Pulang, Wali Kota Minta Orang Tua Cari Anaknya

Artikel Bila Belum Pulang, Wali Kota Minta Orang Tua Cari Anaknya di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama TNI/Polri masih melaksanakan patroli gabungan untuk menertibkan kelompok remaja yang membawa senjata tajam (sajam). Kegiatan itu digelar setiap malam hingga dini hari.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau orang tua mencari atau menghubungi anak-anaknya, jika belum pulang ke rumah lebih dari pukul 21.00 WIB. Sebab, kemunculan remaja bersenjata tajam itu sering meresahkan warga yang kerap kali menimbulkan gejolak sosial.

”Kalau putrane njenengan, tonggone njenengan jam 21.00 WIB dorong moleh anake digoleki (anak anda, tetangga anda, jam 21.00-22.00 WIB belum pulang, anaknya dicari). Dipadosi (dicari), dikengken sinau (disuruh belajar), mboten kleweran nang embong (tidak keluyuran di jalan),” kata Eri, Kamis (8/12).

Menurut dia, orang tua yang peduli dan menyadari perubahan sikap anak, akan langsung mencari dan menghubungi anak-anaknya apabila belum kembali ke rumah saat larut malam. Dia juga meminta camat dan lurah se-Kota Surabaya untuk memberikan sosialisasi kepada para orang tua terkait pentingnya menjaga anak-anak agar tak bermain di jalanan pada malam hari.

”Ini yang harus dimunculkan di hatinya warga Surabaya, ayo camat-lurah dikandani (diberitahu) warganya per RW, sosialisasikan kalau anaknya belum pulang harus dicari. Ojok (jangan) ngomong biasa, lek wes (kalau sudah) ngomong biasa, onok (ada) masalah akhire sing getun wong tuo ne (yang kecewa orang tuanya),” ujar Eri.

Eri mengaku, saat akhir pekan, dia bersama jajaran Forkopimda Kota Surabaya, serta seluruh elemen masyarakat melakukan patroli gabungan untuk menertibkan keberadaan kelompok remaja bersenjata tajam.

Dinten Sabtu muter Suroboyo (Sabtu muter Surabaya), Alhamdulillah jam 01.00 WIB jek onok arek nom-noman boncengan papat (masih ada, anak muda berboncengan empat). Ya Allah, nggak goleki ta ibuk karo bapak e (nggak dicari sama ibu dan bapaknya)? Kulo muter male (saya berputar lagi), sek onok (masih ada) Ya Allah, sek onok (masih ada) arek (anak) SMP/SMA sing keliling (yang keliling),” papar Eri.

Dia meminta kepada para orang tua untuk mencintai dan menyayangi anak-anaknya. Serta, segera menyadari perubahan perilaku yang dilakukan anak-anaknya. Sebab, dia tak ingin, jika masih ada remaja yang terjaring dan membuat orang tuanya menangis karena tingkah laku mereka yang merugikan banyak pihak.

”Saat anaknya terjaring, dipanggil orang tuanya, menangislah orang tuanya karena tidak mengetahui anak-anaknya ikut (kelompok) begitu. Maka, keluarga harus mencari anaknya dan membuat anaknya berakhlakul karimah,” ucap Eri.

Terimakasih sudah membaca artikel Bila Belum Pulang, Wali Kota Minta Orang Tua Cari Anaknya Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.