Rasmono Sudarjo Rajin Ikut Acara Amal lewat Lelang Karya

Artikel Rasmono Sudarjo Rajin Ikut Acara Amal lewat Lelang Karya di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

Lewat lukisan, seniman Rasmono Sudarjo tidak menyangka bisa ikut berkontribusi untuk kegiatan-kegiatan sosial, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Dari lelang karya yang diikutinya, dia bisa menyumbangkan uang mulai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

MARIYAMA DINA, Surabaya

JIKA biasanya orang yang banyak uang akan menyumbang dalam bentuk uang, berbeda dengan Rasmono Sudarjo. Dia menyumbang lewat karya.

Pelukis yang juga seorang fotografer seni itu bercerita bahwa sejak sepuluh tahun terakhir, dirinya kerap mengikutkan karya-karya lukisnya untuk dilelang. Hasilnya tidak dinikmati sendiri, tapi justru disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan.

”Yang pasti apa yang bisa kita sumbangkan, ya kita sumbangkan untuk kepentingan bersama,” ujar Rasmono saat ditemui Selasa (13/12).

Hampir tiap tahun, pria yang lahir di Palembang itu pasti menyumbangkan karyanya untuk donasi. Yang terbaru, dia menyumbangkan karya ke Yayasan Komunitas Sosial Masyarakat Tionghoa Surabaya. ”Di sini prosesnya bukan pelelangan. Tapi, berapa pun lakunya karya itu, hasilnya semua untuk keperluan yayasan,” ceritanya.

Rasmono mengungkapkan bahwa konsep lelang adalah langkah yang pas untuk beramal melalui karya. Hal itu juga dilakukan sebagai apresiasi untuk si pelukis.

Meski demikian, kata Rasmono, di Surabaya hal tersebut belum begitu lazim. Pengalamannya mengikuti kegiatan amal di luar negeri juga panjang. Di Beijing, salah satunya. ”Terakhir ikut pameran yang juga pelelangan di Beijing. Event itu digelar untuk seniman seluruh dunia sebelum pandemi. Waktu itu karya saya laku sampai Rp 375 juta,” kenangnya.

Pria 75 tahun itu pun kaget dan tidak menyangka karyanya yang bertema Perkawinan Madura tersebut laku hingga ratusan juta. ”Padahal, kalau di Indonesia mungkin lakunya sekitar Rp 20–25 juta saja,” ungkapnya. Dengan nominal besar yang tidak disangkanya itu, Rasmono tetap menyumbangkannya 100 persen.

Mengetahui hal itu, respons teman-temannya pun cukup beragam. Termasuk yang menyayangkan nominal tersebut harus disumbangkan seluruhnya. Sebab, pihak penyelenggara pasti tetap berdiskusi dengan seniman untuk pembagiannya. ”Tapi, jujur karena saya mikir nggak bakal bisa laku segitu banyak, saya malah bersyukur bisa membantu lebih banyak dengan hasil lelang tersebut,” lanjutnya.

Sebab, menurut dia, beramal itu harus total. Selain itu, orang yang membeli karyanya lewat lelang pasti punya pikiran dan jiwa sosial yang tinggi. ”Jadi, ini juga yang bikin saya mantap buat selalu menyumbangkan hasilnya 100 persen,” imbuhnya.

Proses untuk bisa menyertakan karya dalam acara lelang lukisan di Beijing juga tetap melewati kurasi. ”Karena kurator bertanggung jawab untuk setiap karya yang diikutkan. Jadi, dipastikan karyanya dan background-nya. Setidaknya, memastikan karya itu nggak abal-abal,” ujarnya.

Karya-karya yang sebelumnya pernah diikutkan pun menjadi penilaian. Pria kelahiran 21 Oktober 1947 itu kembali bercerita bahwa karya pertama yang pernah diikutkan pelelangan di Beijing dalam acara yang sama terjual Rp 30 juta. ”Itu waktu baru pertama ikut lelang di luar negeri. Jadi, mungkin itu juga jadi penilaian biar bisa lolos kurasi,” sambungnya.

Acara-acara amal tersebut diikuti karena Rasmono ingin membantu sesama. Cara itu juga membuatnya tergugah dan bisa berkarya lebih baik lagi. Langkah itu pula yang mendorongnya untuk terus mengikuti kegiatan amal. ’’Pasti saya lebih semangat lagi,’’ katanya.

Terimakasih sudah membaca artikel Rasmono Sudarjo Rajin Ikut Acara Amal lewat Lelang Karya Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.