Richard Minta Sidang Online, Pengacara Sambo: Apakah Takut Bersaksi?

Artikel Richard Minta Sidang Online, Pengacara Sambo: Apakah Takut Bersaksi? di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com – Tim kuasa hukum Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E sempat meminta kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan agar kliennya diperiksa secara daring ketika nanti memberikan kesaksian untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Langkah ini pun mendapat kritik dari pihak Sambo dan Putri.

“Itu kan haknya mereka mengajukan permohonan, tetapi kan pertanyaannya apa kepetingannya? Dasar hukumnya apa?,” kata pengacara Sambo, Arman Hanis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (12/12).

“Kemudian kan selama ini juga Richard terintimidasi itu kan harus ditanya juga apa urgensinya untuk daring. Apakah ada yg ditutupi? Apakah mereka takut untuk bersaksi? Kan sudah dilindungi oleh LPSK kita sama-sama lihat dong, LPSK itu kaya satu rombongan datang. Apakah nggak percaya sama LPSK, percaya saja sama LPSK ada hakim, ada jaksa. Jadi kaya orang takut gitu,” tambahnya.

Sementara itu, Pengacara Richard, Ronny Talapessy mengatakan kepada majelis hakim bahwa permintaan sidang daring dibatalkan. Richard akan hadir langsung di ruang sidang saat bersaksi untuk Sambo dan Putri.

“Setelah kami berdiskusi, tim dengan Richard bahwa Richard Eliezer siap hadir secara fisik untuk pemeriksaan saksi hadir fisik,” kata Ronny dalam persidangan.

“Tadi majelis bermusyawarah kalau saudara tetap meminta saudara Eliezer dihadirkan secara daring akan kami sediakan satu ruangan di atas untuk bersaksi secara daring,” timpal Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso.

Diketahui, Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo terancam hukuman berlapis. Musababnya, dia bersama istrinya Putri Candrawathi dan Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo dan Kuat Ma’ruf (dituntut terpisah), pada Jumat (8/7), sekira pukul 15.28 -18.00 WIB, di Jalan Saguling Tiga No.29, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan dan di Rumah Dinas Kompleks Polri Duren Tiga No.46, Rt 05, Rw 01, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

“Mengadili, mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, yang turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan terencana terlebih dahulu merampas orang lain,” terang Jaksa Penuntut Umum (JPU), saat membacakan surat dakwaan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10).

Atas perbuatannya melakukan pembunuhan berencana terhadap Yosua, bersama-sama dengan Putri, Richard, Ricky dan Kuat, Sambo pun terancam hukuman mati. Musababnya, mantan jenderal bintang dua tersebut dinilai melanggar Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1ke-1 KUHPidana, sebagaimana dalam dakwaan kesatu primer. Selain itu, Sambo juga dijerat Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1ke-1 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan kesatu subsidair.

Terimakasih sudah membaca artikel Richard Minta Sidang Online, Pengacara Sambo: Apakah Takut Bersaksi? Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.