Pelatih PSM dari Portugal Sangat Sedih dengan Kualitas Wasit Liga 1

Artikel Pelatih PSM dari Portugal Sangat Sedih dengan Kualitas Wasit Liga 1 di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca

JawaPos.com-Saat kali pertama ditangani Luis Milla September lalu, Persib masih terpuruk di posisi ke-15 klasemen. Namun, di bawah tangan dingin pelatih asal Spanyol itu, Persib mampu menunjukkan performa meyakinkan.

Maung Bandung –julukan Persib– belum pernah kalah dalam 11 laga. Terakhir, mereka berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, tadi malam (20/1).

Hasil tersebut membuat Persib kini merangkak naik ke posisi ketiga klasemen sementara dengan 36 poin dari 18 laga.

Victor Igbonefo dkk bahkan punya kans untuk menjadi pemuncak klasemen karena punya simpanan satu laga lebih sedikit daripada dua tim di atasnya, Madura United dan PSM Makassar.

Persib sendiri sebenarnya tidak menurunkan skuad terbaik di menit awal. Dua pemain yang sempat bergabung di timnas Indonesia dalam ajang Piala AFF, Rachmat Irianto dan Ricky Kambuaya, baru diturunkan di babak kedua.

’’Kami melihat kondisi pemain. Ketika warming up pagi hari, kami mendapatkan satu kendala dengan Rian. Dia masih sedikit nyeri sehingga sangat riskan memasukkan Irianto di menit pertama,’’ jelas Milla.

’’Tapi, saya memasukkan dia di babak kedua karena kami perlu pembenahan di sisi kiri,’’ imbuhnya.

Perubahan taktik itu cukup berpengaruh. Persib akhirnya berhasil mencetak gol lewat David da Silva pada menit ke-77. Kesalahan kecil dari pemain Madura United mampu dimanfaatkan dengan baik.

’’Saya pikir Madura babak pertama lebih baik, tapi babak kedua buat kami. Ketika pertandingan berjalan seimbang, satu kesalahan akan sangat berpengaruh dan kesalahan Madura bisa dimanfaatkan,’’ kata Milla.

Pelatih Madura United Fabio Lefundes juga senada dengan Milla. Kesalahan kecil akhirnya harus dibayar mahal. ’’Tim sudah menjalankan apa yang saya minta. Kami ada beberapa kesempatan, tapi tidak maksimal untuk cetak gol,’’ kata Lefundes. ’’Hal-hal kecil dalam pertandingan yang bikin berbeda,’’ imbuhnya.

Sementara itu, laju tim pemuncak klasemen PSM Makassar tertahan 2-2 oleh Bali United di Stadion Sultang Agung, Bantul. Dua gol Serdadu Tridatu dicetak oleh Eber Bessa pada menit ke-27 dan Ilija Spasojevic melalui titik putih (56’). Sedangkan dua gol PSM dicetak oleh K. Nambu pada menit ke-72 dan penalti Yuran Fernandes (86’).

Ketika konferensi pers, pelatih PSM Bernardo Tavares memperlihatkan video bagaimana Bali United bisa diberi penalti oleh wasit. Irfan Jaya yang dilanggar oleh Safrudin Tahar pada menit ke-52 terbukti berada di luar kotak penalti. ’’Kalau memang ini penalti, saya tidak mengerti peraturan mana yang diterapkan di Liga 1,’’ jelasnya.

Dia juga mempertanyakan fungsi dari wasit tambahan di dekat gawang. Menurutnya, wasit tambahan tersebut sama sekali tidak berguna. ’’Untuk apa ada jika saran wasit tambahan itu tidak didengarkan oleh wasit utama?’’ tegasnya.

Dia sangat sedih dengan kualitas wasit di Liga 1. Kritik yang sangat sering diberikannya sama sekali tidak pernah jadi bahan evaluasi. ’’Saya rasa kami layak menang. Kami sudah bekerja keras untuk itu,’’ paparnya.

Terimakasih sudah membaca artikel Pelatih PSM dari Portugal Sangat Sedih dengan Kualitas Wasit Liga 1 Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.